Ujung Jalan yang Indah Menjadi Lorong Sampah

Posting Komentar



Hmm, Aroma dari berbagai jenis sampah di Lorong jalan ini selalu menandakan bahwa jalan sudah menuju sebuah persimpangan. Baliho, papan himbauan, bahkan plakat yang di buat secara permanen seakan hanya menjadi hiasan semata. Tak henti orang-Orang yang peduli, maupun petugas sampah yang selalu membersihkan. Tetap saja mereka Kembali mengulangi kebiasaan membuang sampah di pinggir jalan menuju persimpangan. Jalan Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah yang Menjadi Lorong Sampah!!! Lorong Sampah

Jalan yang indah, Menjadi Lorong Sampah !!

Kesadaran tentang membuang sampah memang belum bisa tumbuh di hati beberapa oknum yang terbiasa membuang sampah Tidak pada tempatnya.

Lorong Sampah. Aku menamai sebuah jalan pintas yang biasa ku lalui hampir setiap hari pergi bekerja, Semakin hari pula sampah di pinggir jalan itu selalu meninggi dan semakin menumpuk. Beberapa kali ada petugas  kebersihan, dan manusia yang cukup peduli dengan jalan itu,secara sukarela membersihkan sampah yang  berserakan.

Padahal sudah ada baliho himbauan untuk tidak membuang sampah di sepanjang pinggir jalan itu. Bahkan sudah ada palang peringatan yang cukup jelas untuk di baca, bahwa tidak boleh membuang sampah. Apakah tidak bisa membaca ?. atau pura-pura tidak meilihat tulisan larangan sebesar itu ?


Kiri kanan jalan yang mulai menjadi Tempat SAMPAH

Tidak hanya satu Papan Pemberitahuan, bahkan ada tiga Papan Pemberitahuan yang tertanam kokoh di jalur jalan ini !!

Hahha, nagapain sih lu tulis masalah sampah bang, kan blog lu tentang Traveling!. Iya juga sih, tapi ini cukup mengganjal di hati, setiap hari lewat harus melihat pemandangan warna-warni seperti ini. Dan rasa hati ingin sekali meluapkan kekesalan lewat tulisan, syukur-syukur bisa di baca oleh oknum yang sengaja setiap buang samapah di sini. Bahwa pemandangan Sampah di Lorong Jalan ini sungguh meresahkan

Oh iya sudah cukup meluapkan Tentang Sampah ini, Lorong Sampah yang ku namai untuk judul artikel ini, sebenarnya Sebuah Jalan yang bagian kiri jalannya adalah Kawasan Cagar Alam Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu. Bahkan tepat di samping Tumpukan Sampah di tepi jalan ini adalah Pos Pengamanan daerah Cagar Alam di Dendam Tak Sudah. Yang biasa juga tidak ada penjaga di Pos tersebut, Mungkin ini juga menjadi salah satu Faktor Oknum Pembuang Sampah dengan percaya diri (PD) untuk membuang Sampah tepat di  Belakang Pos Jaga Cagar Alam Dendam Tak Sudah.


Baca Juga Dong : Pulau Pisang Pesona Surga di Pesisir Barat Lampung

 

Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS)

Indahnya pemandangan sepanjang Jalan, yang berakhir pada persipangan Lorong jalan yang di hiasi SAMPAH !!

Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah ( DDTS) ini adalah sebuah Cagar Alam yang terdapat di Kota Bengkulu yang memiliki Luas 67 Hektar, dan juga memiliki berbagai jenis Flora dan Fauna khass yang langka, seperti anggrek matahari, plawi,sikeduduk, Ambang Rawa dan Juga beberapa Fauna seperti Lutung, kera ekor Panjang, dan Burug Kutilang. Letak Danau Dendam Tak sudah Berada di Kelurahan Dusun Besar, Singgaran Pati, Kota Bengkulu.

Pada bagian pinggiran Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di bangun jalan yang menjadi penghubung atau tembusan dari Kelurahan Surabaya Permai Menuju Jalan Danau, Pemandangan sepanjang jalan ini sungguh indah dengan anak Danau Dendam Tak Sudah, Pintu Air, Hingga luasnya Hamparan hijau pada Kawasan Cagar Alam. 

Anak Danau Dendam Tak sudah


Namun keindahan itu akan langsung Hilang jika sudah mendekati persimpangan jalan menuju Jalan Danau, Tumpukan Sampah dan Aroma yang tak sedap seakan menghilangkan semua keindahan yang telah di Lewati, kurang  lebih seperti Hubungan yang tiba-tiba muncul Orang ke Tiga deh, Huft.

Tak tau, apakah harus ada sebuah kebijakan dari pemerintah, atau harus ada sanksi yang tegas untuk membuat efek Jera kepada Oknum yang suka membuang Sampah, atau solusi di buatkan tempatsampah yang bisa menampung sampah-sampah di Tempat ini. Padahal melewati jalan ini sunggu nyaman (JIKA TIDAK ADA SAMPAH). Karena  keindahan alam di sepanjang Jalan.

Warna-warni Lorong Jalan


Palang Plakat Hibaun hanya menjadi hiasan semata, Baliho peringatan juga hanya menjadi sebuah pajangan, hmm Miris. Tak bisakah Membaca, atau tidak punya kesadaran Tentang Sampah. 


Baliho Pemberitahuan yang hanya menjadi hiasan


Cukup Oknum yang Nakal saja, kita jangan, Mulailah dengan hal yang kecil agar masalah sampah tidak terus menjadi sebuah masalah yang menghambat sebuah pergerakan Kemajuan. 

Semoga nama LORONG SAMPAH ini tidak ada lagi di kemudian hari.

Trio saputra
Bukan siapa-siapa,hanya seorang yang menyukai Travelling dan Kopi. Mengisi waktu kosong dengan membaca dan menulis gak jelas, kadang juga sering menjadi kang foto dadakan, kang edit dadakan

Related Posts

Posting Komentar