buttons=(Accept !) days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !

Top Videos

megagrid/recent

Trending Weekly

4/sgrid/recent

Want to Share About Your Project

Best Trending hot Gadgets section with Latest Update

Top Stories

megagrid/recent

Contact form

Footer Copyright

Design by - Blogger Templates | Distributed By Best Blogger Templates

About Us

Aflex Template is Designed Theme for Giving Enhanced look Various Features are available Which is designed in User friendly to handle by Piki Developers. Simple and elegant themes for making it more comfortable

Ads Section

Pulau Pisang #2 Melihat lebih Dekat Pesona Banana Island

 

pesona pulau pisang

Pada Travel Story sebelumnya menceritakan tentang Perjalanan dan Cara menuju Pulau Pisang, pada kelanjutan Cerita ini aku akan  membagikan cerita tentang "Melihat Lebih Dekat Pesona Pulau Pisang". Pada bagian Kedua ini aku juga akan membagikan Cerita tentang makanan khas Pulau Pisang, Tempat yang wajib di kunjungi di Pulau Pisang, Sejarah, dan Cerita-cerita di Pulau Pisang..

Okey, Langsung saja ke cerita. Setelah di ajak datuk yang barengan dengan kami saat di kapal untuk bermalam di Rumahnya, yang juga sebuah penginapan, kami langsung membersihkan badan, ya karena saat perjalanan di perahu kami harus rela basah-basahan karena gelombang laut yang tinggi. Bersihkan dulu sana dek badanya, gak enak nanti istirahat (tidur) kalau basah karena air Laut, lengket. kata Andung sembari menunjukkan kamar mandi. Bersih-bersih dulu ya, wait.

Setelah bersih-bersih kami duduk santai di teras rumah Andung. (Andung adalah panggilan untuk Nenek di Pulau Pisang). Sambil melihat beberapa rumah tradisional khas pulau pisang yang berada di depan Rumah Andung. Karena hari masih cukup siang, Andung merekomendasikan kami untuk menikmati pantai yang berada di dekat Dermaga yang tak jauh dari Penginapan.

Wah ide bagus tuh bang, Kata Mezi. Yuk lah bang ke sana Otw. Kami berangkat berjalan kaki melintasi jalan rambat Beton di atara rumah Warga, sementara heri dan Yudhi masih asik dengan Gadget meraka, Aku dan Mezi saja yang berangkat.

Dan benar sekali kata Andung, Bahwa pantai di Dekat Pelabuhan ini sungguh cantik, bahkan lebih cantik di bandingkan gebetan, Awokawok. Jujur nih, baru pertama kali lihat Pantai secantik ini secara langsung, yang sebelum-sebelumnya hanya bisa melihat dari Tv, dimana Air Pantai yang hujau kebiruan dan pasirnya yang berwarnah Putih membuat mata tak henti melirik kesana kemari. Lebih membuat mata terpesona dengan rapi nya jejeran perahu nelayan yang berada di pinggi pantai yang terombang ambing. 

Jepret sana sini, pose ini pose itu, karena memang sangat di sayangkan jika tidak mengabadikan  momen indah seperti ini. Terlihat beberapa nelayan yang sedang membersihkan Perahu, anak-anak pulau yang riang bermain bola di tepi Pantai, dihh pokoknya ini adalah cerita Traveling yang sangat Wahh deh.

pelabuhan pulau pisang


Sangking asiknya menikmati Pantai yang Cantik ini, gak kerasa kalau hari sudah mulai gelap, kami pun kembali ke Rumah Andung. Kembali ke jalan antara lorong Rumah, sesekali aku memotret bebrapa rumah yang memang, ya menurutku sangat unik, dan tradisional. Rumah-rumah Tradisional di Pulau Pisang ini sekilas seperti Rumah pada masa kolonial, hampir-hampir mirip deh pokoknya.

Saat malam, yang lain sudah tidur. Setelah makan malam yang di sajikan oleh Andung, duh kurang baik apa lagi coba Andung ke kami, yang lebih menyenangkan adalah setelah makan malam, kami di beri Andung salah satu Makanan Khas Pulau Pisang, sejenis bungkusan Lemper atau lebih mirip Oncong, tapi bukan terbuat dari ketan. Namanya Selimpok Mungkin. Selimpok Mungkin adalah makanan Khas Pulau Pisang yang hanya akan di temui di Pulau Pisang. Selimpok menajadi Pesona Makanan Pulau Pisang yang memiliki daya tarik tersendiri di Pulau Pisang ini


Baca Juga Dong : Pantai Laguna Samudra, Pantai Tercantik di Bengkulu

 

Setelah lahap makanan Khas Pulau Pisang Heri dan Yudhi tertidur, karena kecape'an, mungkin!!. Aku yang antusias dengan suasana Pulau Pisang ini tidak memilih tidur lebih awal, karena aku sangat ingin mendengar cerita-cerita tentang Pulau Pisang ini dari Andung dan Datuk, yang memang penduduk asli dari Pulau Pisang ini.

Aku menemui Andung, Andung yang sedang mengupas kacang merah, aku mendekat dan membantu Andung, heheh ini cara yang cukup ampuh untuk mengajak Andung ngobrol agar Andung mau bercerita. Dan benar loh Andung bersedia menceritakan beberapa hal tentang Pulau Pisang, dan Datuk juga sesekali bercerita sambil menonton siara Bola.

Dengan nada bahasa yang enak untuk di dengar andung mulai menceritakan, semua Andung ceritakan, bahkan tak sadar Kacang Merah yang kami kupas sudah habis satu piring, begitu hikmat cerita dari Andung, sesekali Andung juga memberi motivasi kepada ku " Sekecil apapun, tetaplah berusaha menjadi Baik, Meskipun itu hanya sepiring Nasi". Kata-kata itu cukup membuat ku merenungi tentang arti Sebuah kebaikan. 

Tentang Pulau Pisang (Banana Island)

Pulau Pisang yang indah bagaikan sebuah Surga ini tidak hanya menyajikan Keindahan Alam dan pesona Pantainya yang indah saja. Pulau Pisang juga mnyimpan beberapa hal yang menarik lainnya. Jujur saja sehari bagiku tak cukup untuk menikmati keindahan di Pulau Pisang ini, jika masih di beri umur panjang dari yang maha kuasa aku sangat ingin lagi ke Pulau Pisang ini dan mengexplore lebhi dalam tentang Pulau Pisang yang exotis dengan keindahan di dalamnya.

Sejarah Singkat Pulau Pisang ( Banana Islan )

Selain menyimpan keindahan, Pulau Pisang juga memiliki sejarah yang sangat  menarik untuk di dengar. Dari berbagai cerita yang aku dapat selama di perjalanan menuju Pulau Pisang, begitu banyak sepenggal cerita yang menarik. Membuat rasa ambisi dan semangat ke Pulau Pisang semakin membara. Berikut ini adalah beberapa cerita mengenai Pulau Pisang yang aku dapat dari berbagai Sumber.

Saat menunggu perahu jemputan datang, Bang Yongki  menceritakan bahwa dulunya Pulau Pisang ini merupakan sebuah pulau yang cukup kaya pada masanya, sebelum ada jalan  lintas pesisr. Pulau Pisang menjadi tempat persinggahan Nelayan perdagangan yang melintas untuk menuju Pelabuhan Tanjung Priuk. Bang Yongki juga mengatakan bahwa dulunya Pulau Pisng ini adalah Pulau yang memiliki Cengkeh dengan Kualitas baik yang banyak di buru para pedagang.

Berikut  ini ada kutipan Sejarah singkat yang di tulis oleh  Assoc. Prof. Dr. Aryusman, Universitas Bina Nusantara jakarta. Sengaja  tidak di rubah dari Tulisan Asli yang di kutip dari Korantekad.id agar bisa mengetahui Sejarah Singkat dari Pulau Pisang yang di tulis oleh Assoc. Prof. Dr. Aryusman. Berikut Sejarah Singkatnya.

sejarah singkat Marga Pulau Pisang bermula dari berangkatnya rombongan yang dipimpin oleh Gimbar Batin yang dalam penelusuran dari Tamboo tertulis bahwa Gimbar Batin masih keturunan bangsawan, Adipati Gedung Dalom, dari Balik Bukit Skala Brak untuk mengembangkan wilayah hingga ke Pulau Pisang yang saat itu belum banyak penghuninya.

Sampai di Pulau Pisang Gimbar Batin mendirikan Dusun yang diberi nama Bahklui  terletak di dataran tinggi di Pulau Pisang atau orang Inggris menyebutnya Dooson Baclui at Island of Poolo Pisang. Memang pada masa itu sebagian besar wilayah pulau pisang masih berupa semak belukar, banyak ditumbuhi pohon pisang dan pohon-pohon lainnya yang belum berpenghuni. Konon menurut cerita disebutnya dusun Baclui karena wilayah itu dulunya banyak ditumbuhi pohon kalui (sejenis Nangka) khas pulau pisang.

Pulau Pisang pada masa itu merupakan wilayah Afdeeling di bawah Resident Bengkulu. Nama Pulau Pisang sendiri konon ceritanya karena dari karena kejauhan terlihat seperti pisang terapung sehingga oleh banyak nelayan atau pedagang Bengkulu disebut Pulau Pisang. Hal tersebut diperkuat dengan kenyataannya setiap mereka  mampir di Pulau selalu makan pisang, bahkan sering membawanya sebagai bekal di perjalanan dan oleh2 sehingga akhirnya orang-orang dari Bengkulu mengenal pulau tersebut sebagai Pulau Pisang. Yang pada akhir dikutip oleh Pemerintah Inggris sebagai  Island of Poolo Pisang. Seperti tertulis dalam besluit tanggal 5 djuni 1799 ketika menetapkan Gimbar Batin sebagai Perwatin berikut ini.

Penetapan Gimbar Batin pada tahun 1799 diangkat oleh Pangeran dan Ketua2 yang ada di Krui dengan dihadiri oleh M Richard Maidman Residen Krui menjadi PERWATIN dengan gelar “Demung Tinggi Laksana” Beslit resmi diberikan pada tanggal 5 Djuni 1799 yang ditandatangani oleh Samuel Barreld Assistant at Poolo Pisang.

Kutipan dari Tambo, Beslit yang ditandatangani oleh Samuel Barreld pada tanggal 5 djuni 1799.

“This is to certify that Bearer Gumbar Batteen has been established by the Pangeran and Chiefs at Croee in the presence of M. Richard Maidman Resident of Croee that he is the proper Proattteen of Dooson Baclui at Island of Poolo Pisang in lieu of “Demung Tinggi Laksana”, 5 djuni 1799 Samuel Barreld Assistant at Poolo Pisang .  (Disalin sesuai aslinya oleh Aliyurja Gelar Raden Takdir  pada tanggal 5 Djuli 1958).

Sebagai Perwatin, Pemimpin atau Penyimbang adat di Pulau Pisang, maka Gimbar Batin mulai menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Seperti dikemukakan Abdul Syani bahwa dalam kepemimpinan struktur Pemerintahan Adat dan kehidupan pergaulan masyarakat adat Lampung, terdapat istilah atau sebutan terhadap pimpinan adat, diantaranya adalah: Perwatin/Proatin/purwatin. Dimana yang dimaksud dengan “Perwatin” adalah para Penyimbang adat/dewan adat/tokoh adat/tuha khaja/pimpinan adat (subyek). Sebagai perwatin adat memiliki hak dan kewajiban memimpin segala aktivitas Pemerintahan Adat atau urusan yang berhubungan langsung dengan hippun/peppung (musyawarah) adat. Sebagai penyimbang adat berkewajiban untuk membina dan menjaga stabilitas pemerintahan adat kerukunan warga adat yang dipimpinnya.

Setelah pergantian kekuasaan dari Pemerintahan Inggris ke Pemerintahan Belanda, maka pada tahun 1834 Pemerintahan Belanda menjadikan Pulau Pisang sebagai Wilayah Marga Pulau Pisang yang merupakan salah satu dari 16 Marga Adat yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

Pemerintah Belanda dengan besluit 24 Desember 1834 menetapkan Raden Kalipah sebagai Kepala Marga Pulau Pisang dengan Gelar Karia Karta Dilaga. Raden Kalipah merupakan anak Gimbar Batin (Perwatin Pulau Pisang) seperti dijelaskan di atas memang keturunan Bangsawan Adipati Gedung Dalom dari Balik Bukit Skala Brak.

Berikut ini Kutipan Tambo, Beslit pada tanggal 24 Desember 1834 yang ditandatangani oleh P.de Perce Asisten Resident Van Bengkulen.  

Bahwa  adalah kami Assistent resident Bangkahulu:

Memberitahukan kepada segala mereka itu jang Raden Kalipah sudah kami angkat menjadi Kepala di dalam Marga Pulau Pisang. Maka hendaklah segala mereka itu menurut perintahnya bagaimana patut, serta kami gelarkan akan dia: KARIA KARTA DILAGA adanya. Bangkahulu pada 24 Desember 1834, Assistent Resident van Bengkulen d.to. P. de Perce. (Disalin sesuai aslinya oleh Suahimi Rais pada tanggal 19 Juni 1958 serta disahkan oleh Kepala Daerah Kewedanaan Krui Lukman pada tanggal 7/9/1958)

Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan Adat Saibatin Lamban Gedung Karia Karta Dilaga sebagai Kepala Marga Pulau Pisang adalah sah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena selain dari bukti Bisluit yang ada juga diperkuat dengan adanya 1). garis keturunan (asal usul) kebangsawan dibuktikan Tambo dan Surat-Surat. Hal ini sesuai ketentuan dalam adat Marga bahwa setiap Marga dipimpin oleh seorang Kepala Marga atas Dasar Keturunan dan Bukan atas dasar pemilihan oleh dan dari punyimbang-punyimbang yang bersangkutan;  2). memiliki Lamban Gedung yang masih ada sampai sekarang di Pekon Sukamarga Pulau Pisang, dalam masyarakat adat Lampung Saibatin, tempat kediaman bagi  Saibatin Marga disebut dengan Lamban Gedung,  yang juga merupakan pusat pemerintahan adat Lampung dan lambang legitimasi adat dalam sistem Kesaibatinan; 3). memiliki pakaian kebesaran adat; dan 4) memiliki 12 suku adat yang masih eksis dengan Tugas pokok dan fungsi yang terdokumentasi dengan jelas serta dilengkapi dengan peralatan adat yang dapat ditampilkan setiap acara adat.

 

Kata Andung yang becerita saat malam sambil megupas kacang, bahwa dulunya Pulau Pisang ini ada Beberapa Banguanan peninggalan Belanda yang masih ada di Pulau, yaitu Bangunan Sekolah Dasar dan Menara. Namun Menara sudah di rombak dan di perbaharui, jadi Tinggal Sekolah Dasar saja lagi yang masih ada peninggalan Belandanya. 

Makanan Khas Pulau Pisang

Selain dari Sejarah yang menarik, di Pulau Pisang  juga terdapat Makanan Khas dari Pulau pisang yang unik, Lezat, dan wajib untuk di coba. Pada saat di Pulau Pisang aku yang beruntung bisa mencicipi makanan khas Pulau Pisang yang di beri andung setelah makan malam. Selimpok mungkin adalaha makan Khas pulau Pisang yang sudah sangat melegendari di Pulau Pisang. Selain Selimpok Mungkin, juga ada makanan khas lainya seperti Selimpok Putu.

makanan khas pulau pisang
selimpok mungkin



Selimpok Mungkin bebentuk mirip dengan Lemper, namun bahan membuatnya bukan dari lemper, melainkan dari nasi, parutan kelapa dan di Beri  Gula jawa atau Gula Aren. Begitupun selimpok putu, Selimpok Putu terbuat dari beras ketan, yang di campur dengan parutan kelapan dan gula jawa.

Rekomendasi Penginapan di Pulau Pisang

Sejak resmi di tetapkan pemerintah sebagai Pualu Tujuan Wisata, Pulau Pisang terus berkembang, termasuk dengan adanya penginapan yang tersedia di Pulau Pisang. Aku merekomendasikan Salah satu penginapan yang sangat nyaman dan aman di Pulau  Pisang ini, Penginapan Kenzi, tempat aku menginap selama di Pulau Pisang. Jika kalian ingin langsung memesan bisa klik link di postingan tentang Pesona Keindahan Pulau Pisang di Pesisir Barat  Lampung di Artikel sebelumnya.

penginapan di pulau pisang
penginapan kenzi di pulau pisang



Namun juga ada beberapa rekomendasi Penginapan Lainnya di Pulau Pisang ini. Penginapan di Pulau Pisang ini rata-rata rumah warga itu Sendiri, jadi nyaman langsung bisa di masakkan juga oleh penyedia penginapan. Harga Penginapan di Pulau pisang juga relatif murah, hanya berkisaran mulai dari Rp 150.000 - Rp 800.000/malam. Dari yang sederhana namun nyaman, hingga yang sudah di lengkapi dengan Ac, layaknya Hotel di Ibu Kota.

Nah itulsh beberapa Hal yang menarik dari Pulau Pisang, begitupun dengan sejarah, Penginpan dan makanan khas Pulau Pisang yang sangat di Rekomendasikan jika kalian ingin berlibur di Pulau Pisang ini. Di Pulau Pisang ini semua tempat sangat bagus  untuk di kunjungi Berwisata, Mulai dari Wisata Pantai yang Menarik, Batu karang, hingga Tempat Bersejarah.

Salam Hangat, semoga bisa menjadi referensi untuk tujuan wisata liburan kalian.
Tabik..

Trio saputra
Menjadi manusia yang berguna adalah jalan ninjaku. Tapi aku bukan Ninja, jadi saat ini saya hanya sedang berusaha memperbaiki diri menjadi orang baik yang bisa berguna untuk orang lain

Related Posts

Posting Komentar