Pesona Keindahan Pulau Pisang, Surga yang Indah di Pesisir Barat

 

pesona keindahan pulau pisang

Hamparan pasir Putih, Laut yang biru, dan Perahu-perahu nelayan yang menari di bibir pantai seakan memberikan sebuah keyakinan bahwa pulau pisang adalah sebuah pulau yang sangat indah. Deburan ombak yang memutih sampai ke pantai akan menjadi sebuah lukisan yang sungguh cantik, terlebih lagi jejeran Pohon Kelapa seakan menjadi hiasana bibir pantai yang indah. Pesona keindahan Pulau Pisang, sepotong surga yang indah di pesisir timur Lampung.

Hari kedua setelah menjelajah di wisata Pantai Laguna Samudera di Kabupaten Kaur, Bengkulu. berikutnya aku di ajak oleh yudhi untuk mengexplore sebuah Pulau yang sangat Cantik yang bernama Pulau pisang atau bahasa kerennya banana Island. Banana Island adalah Sebuah Pulau yang terletak di Pesisir Barat, Lampung.


Pulau Pisang (Banana Island)


Pulau Pisang atau Banana Island adalah sebuah Pulau Kecil yang berada di Pesisir barat Lampung. Pulau Pisang memiliki Luas 2.310 Hektare. Pulau Pisang terdiri dari satu Kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Pisang,. Berada di Kabupaten Pesisir Barat dan memiliki Enam Pekon (Desa). diantaranya adalah Pekon Pasar, Pekon Bandar Dalam, Pekon Labuhan, Pekon Lok, Pekon Sukadana, dan Pekon Sukamarga. selain itu Pulau Pisang ini adalah sebuah pulau yang pernah menjadi pulau yang menghasilkan Cengkeh terbaik.

Karena memang pulau Pisang terkenal dengan hasil Cengkehnya, Bahkan Pulau Pisang pernah juga menjadi tempat persinggahan pusat perdangangan semasa zaman Belanda di Indonesai. Bukan cuman itu Pulau Pisang ini juga dulunya tempat transaksi jualan antara nelayan Bengkulu, Lampung, dan beberapa nelayan lainnya di Indonesia


Perjalanan Menuju Pulau Pisang


Perjalanan untuk nyembrang ke pulau Pisang di mulai dari pelabuhan Tembakak, Pekon Tembakak Way Sindi. Yang berada di pinggir jalan lintas Kawasan Pesisir Barat Lampung. Perjalanan dari Pelabuhan tembakak menuju Pulau Pisang memakan waktu kurang lebih Setengah Jam, dan itu juga tergantung dengan Cuaca.

Saat kami berangkat menuju pulau pisang kebetulan anginnya cukup kencang dan gelombang Laut cukup tinggi. Sumpah ini bagian yang sangat tidak terlupakan selain moment indah selama di Pulau Pisang, Karena saat di perjalanan menuju Pulau Pisang baru kali pertama menaiki perahu selama hidup hampir 25 tahun ini, dan kali pertama menikmati suasa Laut dengan kondisi yang cukup menegangkan.

Oh iya untuk Biaya menuju pulau pisang ini hanya di kenakan tarif  Rp. 20.000\Oarang jika cuaca sedang bagus, dan RP.25.000 jika keadaan cuaca sedang badai seperti kami berangkat saat itu. Tarif ini untuk perahu taxi, atau transportasi umum dari pulau pisang. Untuk penitipan kendaraan juga ada, tepatnya di Warung mas Arif yang berada tepat di depan Pelabuhan Bekakak. Dengan biaya penitipan hanya Rp 20.000 saja. kendaraan aman, perjalanan jadi nayaman. ahaha

Jika ingin pergi secara pribadi dan menentukan sendiri pulang perginya, bisa juga menggunkan altrnatif sewa kapal dengan sistem cater, dengan biaya cater per kapalnya di kenakaan tarif Rp 600.000- Rp 800.000 per perahu, Kelebihannya jadwal berangkat dan pulang bisa kita sendiri yang atur, mau pulang kapan.

Saat di pos Pelabuhan Tembakak aku sudah beberapa kali berdo'a agar di beri keselamatan dalam perjalanan nantinya, perahu sudah menepi di pelabuhan yang membawa penumpang dari pulau menuju Pelabuhan Tembakak. Penumpang yang lain juga sudah siap-siap untuk menaiki Perahu. dihh muka bang trio sudah cukup pucat tuh, kata heri yang membuli sambil tertawa kecil. Menuju Perahu yang sudah siap melesat ke Pula Pisang!


pelabuhan bekakak
saat perahu muali berangkat


Yah, namanya juga pertama kali lah naik perahu, mana cuacanya lagi angin kencang, kelihatan dari pinggir pelabuhan Ombak-ombak yang cukup tinggi, rasa gemetaran iya, takut iya Cemas apa lagi. Haha, dasar aku.

Saat perahu sudah siap, penumpang yang lain sudah menaiki perahu dan awak perahu juga sedang mengatur posisi duduk untuk penumpang. Giliran aku yang naik ke Perahu, ayo cepat naik ucap salah satu awak perahu, dengan raut wajah yang penuh keramahan. Akupun Mulai mendekati Perahu

Saat kaki pertama menginjakkan di Badan Perahu, yang bermuatan 12 orang di tambah awak kapal 4 orang, cuaca semakin menjadi, bukannya mereda, malah makin kencang, ombak juga cukup tinggi. Duhh semeraut rasa, Cemas, Panik, entah apalah Rasa yang bercampur aduk menjadi satu tumpukan. Perahu mulai di dorong menuju agak tengah oleh awak. Karena memang Pelabuhan Tembakak ini hanya pantai, jadi mau tidak mau perahu harus di dorong Terlebih dahulu.

Perahu melesat dari Pelabuhan Tembakak, perahu kecil ini sungguh kuat menerbas ombak yang cukup besar, Ombak-ombak yang di terbas memercikkan air laut hingga masuk ke dalam perahu, aku yang duduknya paling depan, mau tidak mau harus rela basah-basahan karena percikan Ombak. Baju di badan sudah basah semua, bahkan sampai ke dalaman juga sudah basah, (keriput). Haha, Laut sungguh tidak enak, tidak secantik yang di lihat dari gambar maupun dari bibir pantai.


Baca Juga Dong : Jembatan Manula yang Indah Menyimpan Sejuta Cerita

 

Gelombang Laut yang cukup besar selalu menanti di depan, bisa saja sewaktu-waktu menggulung perahu kecil kami, namu Kapten kapal sudah sangat mahir memantau situasi, mereka sudah tau kemana perahu ini akan di bawa, kemana arah angin yang bagus, Luar biasa buat pak kapten perahu.

Eits mungkin cerita ini lebih banyak menceritakan kejadian-kejadian yang cukup menegangkan, kepanikan, dan cemas. Meskipun cerita ini tidak begitu menarik, namun dari cerita ini aku juga berharap bisa menjadi sebuah informasi untuk yang juga mau ke Pulau Pisang untuk menikmati pesona keindahan Pulau Pisang. Oh iya nanti pada bagian akhir ceita ini aku akan membagikan kontak penginapan yang sangat rekomended di Pulau Pisang, Sebuah Penginapan yang nyaman seperti Rumah Sendiri.

pelabuhan pulau pisang
Pelabuhan Pualu Pisang


Oke, lanjott ke cerita gengs, Tak lama setelah situasi menegangkan di lautan, Perahu kami tiba di dermaga Pulau Pisang, Heuhh rasanya sangat legah, dihh suasana Pulau Pisang yang sangat cantik dengan Pasir Putih, Pohon Kelapa, dan atap rumah warga yang terbuat dari genteng membuat mata melotot melihat keindahan sekaligus terpesona dengan  Pulau Pisang.


Baca Juga Dong : Tips Bepergian Sendiri Agar menjadi Solo Traveling yang Menyenangkan


Pesona Pulau Pisang


Setelah Perahu Menepi, kami mencari tempat untuk istirahat terlebih dahulu,, sebelum mulai berkeliling menikmati pesona keindahan Pulau Pisang yang cantik ini. Sembari istirahat mata terus terpesona dengan keindahan Pantai di Pulau pisang. Pulau Pisang ini sangat cocok jika di sebut sebagai sepotong surga yang indah di pesisir timur Lampung

Terlebih Warga lokal asli Pulau Pisang ini sangat Ramah, dan baik. Sesekali beberapa warga yang melihat kami menegur, begitupun kami yang menegur warga lokal. Tak lama kami duduk istirahat di pinggir Pantai, ada seorang bapak-bapak yang  menawarkan untuk menginap di Rumahnya, ya memang rumah bapak-bapak ini adalah Home Stay di Pulau Pisang.

Pulau Pisang memiliki Pesona yang Luar biasa dimana kita bisa menikmati  Pantai yang masih sangat Bersih, Pasir yang Putih, Warga yang ramah, Tempat bersejarah, Menikmati sunrice, Melihat indahnya Sunset, dan jika sedang musin Penyu bertelur di Pulau Pisang ini kita bisa melihat penyu yang menepi untuk bertelur.


pesona pantai pulau pisang
Pantai dekat Pelabuhan Pulau Pisang


Oh iya sesuai Janji di atas tadi aku akan membagikan Nomor Kontak Penginapan di Pulau Pisang, yang Kebetulan saat aku di Pulau ini Menginap di Tempat ini, di jamin deh bakalan betah kalau menginap di Penginapa ini Silahkan Klik Link Ini untuk informasi pemesanan Penginapan di Pulau Pisang atau bisa juga ke nomor telpon ini, Penginapan kenzi 081285446433. 

Bersambung..

Lanjut Di postingan berikunya ya untuk cerita tentang pesona Keindahan Pulau Pisang Sejarah Pulau Pisang, Rekomendasi tempat yang bagus di Pulau Pisang, hehehe mau di buat semua di sini takut jadi gak enak di baca dan membosankan karena terlalu panjang. 

0 Comments

Posting Komentar