Travel Story : Traveling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung

 

travelling bengkulu Lampung

Yo yo.. Pandemi masih menjadi bayang-bayang untuk segala aktivitas luar ruangan, Masker masih menjadi perlengkapan yang harus di bawa kemana-mana. Travelling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung, ini adalah sebuah cerita perjalanan yang memiliki cukup banyak semeraut saat Pandemi masih bergejolak, Mulai dari cerita masker yang kusam, Makan di Rumah Makan yang sangat tidak Nyaman, Numpang nginap di Rumah warga, ke injak kotoran sapi saat Foto, Haha asem!!, Rombongan Nelayan yang berangkat Melaut, masih banyak deh, semua aku rangkum dalam cerita Travelling ini. yuk yuk cekidot to Travel Story.

Setelah cukup sesak dengan Dunia kerja, akhirnya ada kesempatan untuk Cuti, meskipun hanya 4 hari, heheh, yang penting bisa cuti lah, Persetan lah mau berapa hari. Jauh hari memang sudah cukup di persiapkan untuk melakukan Trip Traveling saat cuti kerja ini. Mulai mengurangi sedikit uang jajan, mulai baca-baca lokasi tujuan, mulai istirahat yang cukup, hingga mulai merayu emak untuk di izinkan berangkat Travelling.

Travel Story : Travelling Ala Bacpacker Bengkulu-Lampung. Perjalanan di mulai, eits, tunggu dulu kenapa di bilang ala Backpacker?, nah jadi ini ku bilang ala Backpacker karena mungkin agak jauh dari kata Travelling Mewah, makanya di jadiin judulnya ala Backpacker, haha. Dan Travelling ini hanya  menggunakan sepeda Motor cuk, Dari kota Bengkulu ke Lampung, dah bisa di bayangin kan gimana harus Strongnya Pantat saat di Perjalanan.

Start dari My Home, dihh gatal nih lidah. Berangkat dari rumah sekitaran jam 08:30, masih harus ke kampunya mezi juga karena mezi mau antar berkas magang, ntahlah apa itu aku sama sekali gak tau karena bukan anak kuliahan. karena hal itu perjalanan berangkat menjadi Jam 09:30 star dari Kota Bengkulu. 

Dari Bengkulu ke Lampung cukup jauh kalau harus di tempuh sekaligus bisa-bisa sampai ke lampung sudah tidak ada pantat lagi, jadi kami memutuskan untuk menginap 1 malam di Kaur, ya kebetulan juga rumah Saudara dari Heri, jadi bisa menginap Gratis. Dari Bengkulu ke Kaur saja kami harus berhenti beberapa kali, selain bensin yang habis, juga karena pantat yang mulai pegal. Dari Kota Bengkulu ke Kaur, memakan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan, dan itu masih tergantung kecepatan yang di pacu.

istirahat pantat 


Nah yang membuat Traveling ini cukup berkesan adalah, saat makan di salah satu Rumah makan di pesisir Bengkulu Selatan, tepatnya di Rumah Makan sekitaran Pesisir Pantai Maras,, hemm, gak mau sebut nama Rumah Makannya, karena takut jadi sepi. Tapi benar ini cerita yang real yang di alamai saat makan di sana.

Tampilan Rumah makannya menggoda, terlihat bersih, besar. Lalu kenapa?, nah pas masuk ke dalam, ada beberapa rombongan wisata yang sedang mampir untuk makan dan istirahat. Makanan di Pesan, dan ambil sendiri, ini adalaha salah satu ciri dari rumah makan *****, memang ambil sendiri, enak kan bisa ambil nasi banyak,huaahah. Saat slesai makan, ini adalah saat yang sangat menjengkelkan.

Si heri baru slesai makan, nasi di tangan saja masih blepotan, sementara aku dan mezi masih mkan, belum terlalu selesai, eh pelayannya datang, langsung ambil piring si Heri. hahah, sungguh terlalu, nafsu makan jai hilang, serasa gimana gitu, tapi entah kalau menurut kalian bagaimana sikap si pelayan ini?. Dah positif  Thinking aja, mungkin karena mau cepat-cepat bersih-bersih. Berlanjut ke Kopi.

Kopi dua, es Teh satu, sapa heri ke Pelayan yang lewat, Kopi datang begitupun dengan Es Teh. Duh nikmat nya, makan di pinggir pantai, Kopi dan Rokok. nah ini point yang MENJENGKELKAN, saat mau hirup kopi, ehh kok kek ada butiran ya, pas di keluarin , dihh... Lalat, Hlek, ya'allah apakan dosa hamba. hilang nafsu. Tapi tetap ku bayar kok, karena memang sudah di Pesan. Jadi total makan dan Kopi Lalat tadi adalah Rp 90.000, hahah. Kopi Lalat.

Perjalanan berlanjut, kembali aksi menipiskan Pantat. Jam setengah Lima kami sampai di rumah pak Imam, tepatnya di desa Merpas, kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, yang juga merupakan pamannya Heri. istirahat, langsung rebahan, Karena memang cukup pegal pada bagian Pantat, istirahat setengah Jam, kami di ajak oleh Yudhi untuk menikmati salah satu Pantai Tercantik yang ada di Bengkulu, sudah tau ?. yap Pantai Laguna Samudra. 

Pantai Laguna Samudra ini adalah Pantai Tercantik yang di miliki Bengkulu, Pantai Laguna Samudra terletak di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Yudhi anaknya pak imam langsung mengantar kami menuju Pantai Laguna Samudra yang memang terletak tak jauh dari Rumahnya.

pesona Pantai laguna
pesona pantai laguna


Nyore di Pantai Laguna ini sungguh luar biasa, dimana kita bisa melihat pesona Pantai Pasir Putih, laut biru, sunset, dan beberapa Gadis Kaur yang sedang berselfie di pinggir Pantai. Ada juga beberapa Pengunjung yang Camping di Pantai Laguna Samudra.

Setelah assik mandi di Pantai Laguna, nambah koleksi Foto, kami pulang, Oh iya untuk informasi Pantai Laguna bisa baca di Artikel sebelumnya ya, biar lebih lengkap dan terperinci. Sampai di rumah Pak Imam, Mau mandi air tawar, eh listrik mati, dan ternya memang dari Subuh kemarin belum hidup sampai kini, ujar pak imam yang tengah duduk santai di teras Rumah, Jadi kami terpaksa harus mandi di Sungai, hehe, seperti nostalgia tahun 90an mandi di Sungai.

Saat malam Listrik belum juga hidup, Batre Hp sudah tingal 15%, di Desa Merpas ini atau kaur yang lainnya memang sering mati Lampu kata pak imam,hehe miris ya, di tengah kemajuan Teknologi seperti sekarang masih ada daerah yang mengalami seperti ini.

mandi sungai di desa merpas
saat mandi di sungai 

pengilingan cabe milik pak imam
Pak Imam yang sedang mengililing cabe


Malam di Desa Merpas ini sangat nayamn, sepi sunyi, karena memang beberapa bujang gadisnya kebnyakan yang merantau ke kota untuk Kuliah, dan kerja. Haya ada beberapa Travel dan Mobil Expedisi yang lewat, gelap. Heri dan Mezi lebih memilih untuk mabar Game Online, sementara aku cukup antusias untuk meminta Pak imam berbagi cerita, hehe maklumlah emang suka gitu. 

Banyak cerita yang di sampaikan Pak imam. Mulai dari Cerita kapal yang karam di Pantai Laguna, hingga asal usul Jembatan Manula yang Hits di Kaur ini. Dengan secangkir Kopi dan Rokok kretek di selah jari Pak Imam, bercerita bebas layaknya seorang Guru yang sedang menerangkan Pelajaran. Sampai lupa waktu dan Pak Imam menutup cerita dengan menyuruh istirahat, Besok mau Lanjut Ke PUlau Pisang kan ?, ucap Pak Imam. Iya wak jawabku!. Dah tidur dulu sana, bapak juga sudah ngantuk, karena Besok Pagi-pagi Bapak Mau ke Kebun. Iya pak, siap jawabku. Cerita usai kami istirahat. 

Meskipun Desa Merpas ini berada di Pinggir Pantai, Mayoritas pekerjaan Masyarakat Desa Merpas ada dua Mata pencaharian, yaitu Berkebun Kopi dan Nelayan, karena sebelah barat Desa ini juga merupakan dataran tinggi yang cocok untuk berkebun Kopi.

Tidur...

Saat matahari belum keluar, yang lain masih tidur pulas, aku bangun lebih awal untuk menikmati suasana Pantai saat pagi hari, yah sekalian untuk jalan pagi. Karena Pantai sangat dekat dari Rumah Pak Imam, jadi kalau mau kepantai cukup jalan kaki saja sudah sampai. Setiba di pinggir pantai saat pagi, aku terkagum dengan GoldenHours dari Langit pantai, di tambah lagi dengan perahu-perahu kecil nelayan yang bersandar di bibir Pantai.

Beberapa Nelayan sedang sibuk menyiapkan peralatan untuk melaut, ada bapak-bapak yang duduk santai dengan rokok di celah jarinya, ada yang sedang berjalan sembari memikul jaring, bahkan ada juga anak-anak yang berlarian di tepi pantai saat pagi ini. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa, dimana aktivitas Nelayan seperti ini bisa aku nikmati. Ini lah kenikmatan dar Travelling yang membuat setiap Traveller jatuh Cinta dan ingin mengulanginya lagi,lagi dan lagi.

pantai laguna


Setelah selasai menikmati pantai pagi hari dan GoldenHoursnya yang memukau, aku kembali ke Rumah Pak Imam. dari mana, sapa Andung (Andung sebutan ibu bagi masyarakat kaur)?. Hehehe, dari pantai, Andung jawabku. Mandi dulu sudah tu sarapan,katanya maulanjut ke Pulau Pisang!. Hehe iya siap, aku mengambil handuk dan pergi mandi, mezi sudah bangun, tapi masih menikmati betapa enaknya Rebahan di Kasur, sedangkan Heri dan Yudhi massih menjadi Mumi.

Selesai Sarapan Perjalanan berlanjut ke Pulau Pisang, Lampung. dari Desa Merpas ke Pulau Pisang memakan Waktu kurang lebih 3 jam Perjalanan, Melewati Jembatan Manula yang sedang Hits, Tebing Batu yang indah, hingga melewati Tanjakan Batu yang terkenal di Pesisir Bengkulu-Lampung.

Tiga Jam perjalanan meleawti TNBBB (Taman Nasional Bukit Barisan Barat) , dan beberapa desa kami Sampai di Lampung, tepat di depan Pelabuhan menuju pulau PIsang, dan kami Berangkat menuju Pulau Pisang. hehe, Untuk bagaimana Cerita menuju pulau Pisang boleh Baca artikel Sebelumnya Tentang Travelling Ke Pulau Pisang.

jembatan Manula


Juga ada Cerita Tentang Jembatan  Manula yang Hits dengan Sejuta Ceritanya, Mau sih dibuat di sini semua, tapi mending di buat terpisah agar bisa memberi penjelasan yang terperinci tentang Destinasi yang ada selama Travelling Bengkulu Kaur ini.

Nah itu lah cerita tentang Travel Story : Traveling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung dan ini juga merupakan cerita Travelling pertama ke luar Provinsi selama Pandemi Ini. Semoga Pandemi ini cepat berlalu dan  kita bisa melakukan Travelling yang aman dan nyaman kembali. Tetap patuhi protokol kesehatan dari pemerintah ya, agar kita sama-sama bisa melawan pandemi ini


Tabik..

0 Comments

Posting Komentar