Pantai Laguna Kaur, Menikmati Pesona Wisata Pantai Bengkulu



pantai laguna kaur


 Pantai Laguna Kaur adalah Salah satu Wisata Pantai yang memiliki pesona keindahan yang luar biasa di Bengkulu. Pesona Pantai Laguna Kaur ini bisa di katakan sebagai Pantai cantik yang di miliki Bengkulu. Pasir Putihnya yang  bersih dan membentang membuat rasa kenyamanan tersendiri bagi setiap pengunjungnya.

Hayuk lah kita langsung ke Pantai Laguna... kata ku kepada Heri.

Haha, padahal pantat masih berasa hilang setelah melewati 6 jam perjalanan dari Kota Bengkulu, Namun, namun ambisi dan semangat untuk Menikmati Keindahan Pantai Laguna Kaur serasa suudah tidak bisa di bendung, Karena waktunya sangat pas saat sampai di Kaur sekitaran pukul lima sore, waktu yang sangat cocok untuk menikmati pantai saat matahari mulai beranjak turun.

Sebentar bang, aku meluruskan pinggang sebentar, jawab heri sembari rebahan di lantai teras rumah pak Imam, yang sedikit menggeliat malas..

Oh iya, Pantai Laguna Kaur atau kerap juga di katakan Pantai Laguna Samudra ini terletak di Desa Merpas, Kecamatan Nassal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Terletak di sisi paling ujung Bengkulu, 3 jam lagi dari Desa Merpas ini sampai ke Provinsi Lampung.

Sekitran lima menit lebih dikitlah, kami langsung cuss ke Pantai Laguna Kaur, melewati gapura Pantai Laguna, menyisiri gang, lewat depan rumah warga, Sebuah palang bertuliskan "Selamat Datang Di Wisata Pantai Laguna Samudera Kaur". Pertanda bahwa kami sudah masuk ke kawasan Wisata Pantai Laguna Kaur.

Baca Juga Dong : Pesoan Keindahan Pulau Pisang, Surga yang Indah di Pesisir Barat 

Sayangnya saat kesana sedang tidak ada penjaga di pos, hanya ada galon cuci tangan dan Handsoap yang berada tepat di jalan masuk, Heheh, mungkin karena sudah ke sorean yak, jadi gak bayar masuknya, yaa karena juga saat kesana saya di temani warga lokal yang merupakan keponakan dari Heri, hehe plus plus.

Pantai Laguna Kaur

Setelah melewati Gerbang masuk saya di sabut dengan pemandangan pantai Laguna yang Air Lautnya berwarnah Biru, terlihat dari kejauhan ada beberapa pengunjung yang sedang mendirikan Tenda untuk Camping di Pinggir Pantai Laguna.

Jejeran Pohon Cemara, Payung-payung bergelantungan, beberapa orang pengurus Wisata Pantai Laguna yang sedang membersihkan dedaunan di sekitar warung makan, ada juga para pengurus Pantai yang sedang duduk santai bercerita sembari mengamati pengunjung yang datang. Satu dua Para pemilik penginapan di Pantai Laguna Kaur sedang memberesi penginapannya.

Sst, parkir Motor tepat di depan Bibir pantai, Pas berhadapan dengan Palang yang bertuliskan Pantai Laguna Samudra. Tergoda dengan Airnya yang biru , rasa untuk menceburkan diri sudah memberonta-ronta, seperti cacing-cacing di perut yang mulai lapar. Tapi foto dulu lah, satu dua Jepret sebelum main Air di Pantai Laguna Kaur. Cekrek

pesoan pantai laguna kaur
Pantai Laguna Kaur


Setelah Foto ganteng (kata emak). Aku tak langsung buka baju, pakai Boxer putih, biar kelihatan Sexy, ahaha. lagsung berlari ke pantai, dan Brrr, mandi Pantai cok. Asli selain Pasir Putih, Air yang Hijau kebiruan, Pantai Laguna Kaur ini sangat Exotis, Kurasa tidak lengkap jika ke sini kalau tidak main Air dan Rebahan santuy di Pasir Putih Pantai Laguna, Jika kalian ingin ke sini jangan mandi ya, karena susah berhenti ke enakan dengan suasana pantainya yang nyaman dan Bersih.

keindahan pantai laguna
Pantai Pasir Putih Laguna Samudra


Mendung belum tentu hujan, tapi mendung bisa menutupi sunset yang indah, wkwk. Ngebet bener datang ke pantai Laguna lebih awal, harapan mau lihat sunset, eh malah mendung, jadi ahlusinasi saja Sunsetnya, tapi tetap menarik kok meskipun mendung, sama sekali gak kecewa, karena memang tujuannya mau menikmati Pesona Pantai Laguna Kaur yang indah, Sunset hanya bonus, Tapi kalau ada Sunsetnya pasti bakalan lebih cantik lagi, ya kan.

Karena Alam punya caranya sendiri untuk menghadirkan keindahannya, Terkadang benar orang-orang bilang tidak semua yang kita harapkan bisa tersampaikan, Bahkan terkadang kita sudah mengejar, berjuang, eh malah jalan sama yang lain, kwkw contohnya saja ini, berharap bisa melihat sunset di Pantai Laguna Kaur malah gak ada karna mendung, hehe. Next Time deh kalau ada waktu pasti bisa menikmati sunset di Pantai Laguna. 

Tabikk..

Travel Story : Traveling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung

 

travelling bengkulu Lampung

Yo yo.. Pandemi masih menjadi bayang-bayang untuk segala aktivitas luar ruangan, Masker masih menjadi perlengkapan yang harus di bawa kemana-mana. Travelling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung, ini adalah sebuah cerita perjalanan yang memiliki cukup banyak semeraut saat Pandemi masih bergejolak, Mulai dari cerita masker yang kusam, Makan di Rumah Makan yang sangat tidak Nyaman, Numpang nginap di Rumah warga, ke injak kotoran sapi saat Foto, Haha asem!!, Rombongan Nelayan yang berangkat Melaut, masih banyak deh, semua aku rangkum dalam cerita Travelling ini. yuk yuk cekidot to Travel Story.

Setelah cukup sesak dengan Dunia kerja, akhirnya ada kesempatan untuk Cuti, meskipun hanya 4 hari, heheh, yang penting bisa cuti lah, Persetan lah mau berapa hari. Jauh hari memang sudah cukup di persiapkan untuk melakukan Trip Traveling saat cuti kerja ini. Mulai mengurangi sedikit uang jajan, mulai baca-baca lokasi tujuan, mulai istirahat yang cukup, hingga mulai merayu emak untuk di izinkan berangkat Travelling.

Travel Story : Travelling Ala Bacpacker Bengkulu-Lampung. Perjalanan di mulai, eits, tunggu dulu kenapa di bilang ala Backpacker?, nah jadi ini ku bilang ala Backpacker karena mungkin agak jauh dari kata Travelling Mewah, makanya di jadiin judulnya ala Backpacker, haha. Dan Travelling ini hanya  menggunakan sepeda Motor cuk, Dari kota Bengkulu ke Lampung, dah bisa di bayangin kan gimana harus Strongnya Pantat saat di Perjalanan.

Start dari My Home, dihh gatal nih lidah. Berangkat dari rumah sekitaran jam 08:30, masih harus ke kampunya mezi juga karena mezi mau antar berkas magang, ntahlah apa itu aku sama sekali gak tau karena bukan anak kuliahan. karena hal itu perjalanan berangkat menjadi Jam 09:30 star dari Kota Bengkulu. 

Dari Bengkulu ke Lampung cukup jauh kalau harus di tempuh sekaligus bisa-bisa sampai ke lampung sudah tidak ada pantat lagi, jadi kami memutuskan untuk menginap 1 malam di Kaur, ya kebetulan juga rumah Saudara dari Heri, jadi bisa menginap Gratis. Dari Bengkulu ke Kaur saja kami harus berhenti beberapa kali, selain bensin yang habis, juga karena pantat yang mulai pegal. Dari Kota Bengkulu ke Kaur, memakan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan, dan itu masih tergantung kecepatan yang di pacu.

istirahat pantat 


Nah yang membuat Traveling ini cukup berkesan adalah, saat makan di salah satu Rumah makan di pesisir Bengkulu Selatan, tepatnya di Rumah Makan sekitaran Pesisir Pantai Maras,, hemm, gak mau sebut nama Rumah Makannya, karena takut jadi sepi. Tapi benar ini cerita yang real yang di alamai saat makan di sana.

Tampilan Rumah makannya menggoda, terlihat bersih, besar. Lalu kenapa?, nah pas masuk ke dalam, ada beberapa rombongan wisata yang sedang mampir untuk makan dan istirahat. Makanan di Pesan, dan ambil sendiri, ini adalaha salah satu ciri dari rumah makan *****, memang ambil sendiri, enak kan bisa ambil nasi banyak,huaahah. Saat slesai makan, ini adalah saat yang sangat menjengkelkan.

Si heri baru slesai makan, nasi di tangan saja masih blepotan, sementara aku dan mezi masih mkan, belum terlalu selesai, eh pelayannya datang, langsung ambil piring si Heri. hahah, sungguh terlalu, nafsu makan jai hilang, serasa gimana gitu, tapi entah kalau menurut kalian bagaimana sikap si pelayan ini?. Dah positif  Thinking aja, mungkin karena mau cepat-cepat bersih-bersih. Berlanjut ke Kopi.

Kopi dua, es Teh satu, sapa heri ke Pelayan yang lewat, Kopi datang begitupun dengan Es Teh. Duh nikmat nya, makan di pinggir pantai, Kopi dan Rokok. nah ini point yang MENJENGKELKAN, saat mau hirup kopi, ehh kok kek ada butiran ya, pas di keluarin , dihh... Lalat, Hlek, ya'allah apakan dosa hamba. hilang nafsu. Tapi tetap ku bayar kok, karena memang sudah di Pesan. Jadi total makan dan Kopi Lalat tadi adalah Rp 90.000, hahah. Kopi Lalat.

Perjalanan berlanjut, kembali aksi menipiskan Pantat. Jam setengah Lima kami sampai di rumah pak Imam, tepatnya di desa Merpas, kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, yang juga merupakan pamannya Heri. istirahat, langsung rebahan, Karena memang cukup pegal pada bagian Pantat, istirahat setengah Jam, kami di ajak oleh Yudhi untuk menikmati salah satu Pantai Tercantik yang ada di Bengkulu, sudah tau ?. yap Pantai Laguna Samudra. 

Pantai Laguna Samudra ini adalah Pantai Tercantik yang di miliki Bengkulu, Pantai Laguna Samudra terletak di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Yudhi anaknya pak imam langsung mengantar kami menuju Pantai Laguna Samudra yang memang terletak tak jauh dari Rumahnya.

pesona Pantai laguna
pesona pantai laguna


Nyore di Pantai Laguna ini sungguh luar biasa, dimana kita bisa melihat pesona Pantai Pasir Putih, laut biru, sunset, dan beberapa Gadis Kaur yang sedang berselfie di pinggir Pantai. Ada juga beberapa Pengunjung yang Camping di Pantai Laguna Samudra.

Setelah assik mandi di Pantai Laguna, nambah koleksi Foto, kami pulang, Oh iya untuk informasi Pantai Laguna bisa baca di Artikel sebelumnya ya, biar lebih lengkap dan terperinci. Sampai di rumah Pak Imam, Mau mandi air tawar, eh listrik mati, dan ternya memang dari Subuh kemarin belum hidup sampai kini, ujar pak imam yang tengah duduk santai di teras Rumah, Jadi kami terpaksa harus mandi di Sungai, hehe, seperti nostalgia tahun 90an mandi di Sungai.

Saat malam Listrik belum juga hidup, Batre Hp sudah tingal 15%, di Desa Merpas ini atau kaur yang lainnya memang sering mati Lampu kata pak imam,hehe miris ya, di tengah kemajuan Teknologi seperti sekarang masih ada daerah yang mengalami seperti ini.

mandi sungai di desa merpas
saat mandi di sungai 

pengilingan cabe milik pak imam
Pak Imam yang sedang mengililing cabe


Malam di Desa Merpas ini sangat nayamn, sepi sunyi, karena memang beberapa bujang gadisnya kebnyakan yang merantau ke kota untuk Kuliah, dan kerja. Haya ada beberapa Travel dan Mobil Expedisi yang lewat, gelap. Heri dan Mezi lebih memilih untuk mabar Game Online, sementara aku cukup antusias untuk meminta Pak imam berbagi cerita, hehe maklumlah emang suka gitu. 

Banyak cerita yang di sampaikan Pak imam. Mulai dari Cerita kapal yang karam di Pantai Laguna, hingga asal usul Jembatan Manula yang Hits di Kaur ini. Dengan secangkir Kopi dan Rokok kretek di selah jari Pak Imam, bercerita bebas layaknya seorang Guru yang sedang menerangkan Pelajaran. Sampai lupa waktu dan Pak Imam menutup cerita dengan menyuruh istirahat, Besok mau Lanjut Ke PUlau Pisang kan ?, ucap Pak Imam. Iya wak jawabku!. Dah tidur dulu sana, bapak juga sudah ngantuk, karena Besok Pagi-pagi Bapak Mau ke Kebun. Iya pak, siap jawabku. Cerita usai kami istirahat. 

Meskipun Desa Merpas ini berada di Pinggir Pantai, Mayoritas pekerjaan Masyarakat Desa Merpas ada dua Mata pencaharian, yaitu Berkebun Kopi dan Nelayan, karena sebelah barat Desa ini juga merupakan dataran tinggi yang cocok untuk berkebun Kopi.

Tidur...

Saat matahari belum keluar, yang lain masih tidur pulas, aku bangun lebih awal untuk menikmati suasana Pantai saat pagi hari, yah sekalian untuk jalan pagi. Karena Pantai sangat dekat dari Rumah Pak Imam, jadi kalau mau kepantai cukup jalan kaki saja sudah sampai. Setiba di pinggir pantai saat pagi, aku terkagum dengan GoldenHours dari Langit pantai, di tambah lagi dengan perahu-perahu kecil nelayan yang bersandar di bibir Pantai.

Beberapa Nelayan sedang sibuk menyiapkan peralatan untuk melaut, ada bapak-bapak yang duduk santai dengan rokok di celah jarinya, ada yang sedang berjalan sembari memikul jaring, bahkan ada juga anak-anak yang berlarian di tepi pantai saat pagi ini. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa, dimana aktivitas Nelayan seperti ini bisa aku nikmati. Ini lah kenikmatan dar Travelling yang membuat setiap Traveller jatuh Cinta dan ingin mengulanginya lagi,lagi dan lagi.

pantai laguna


Setelah selasai menikmati pantai pagi hari dan GoldenHoursnya yang memukau, aku kembali ke Rumah Pak Imam. dari mana, sapa Andung (Andung sebutan ibu bagi masyarakat kaur)?. Hehehe, dari pantai, Andung jawabku. Mandi dulu sudah tu sarapan,katanya maulanjut ke Pulau Pisang!. Hehe iya siap, aku mengambil handuk dan pergi mandi, mezi sudah bangun, tapi masih menikmati betapa enaknya Rebahan di Kasur, sedangkan Heri dan Yudhi massih menjadi Mumi.

Selesai Sarapan Perjalanan berlanjut ke Pulau Pisang, Lampung. dari Desa Merpas ke Pulau Pisang memakan Waktu kurang lebih 3 jam Perjalanan, Melewati Jembatan Manula yang sedang Hits, Tebing Batu yang indah, hingga melewati Tanjakan Batu yang terkenal di Pesisir Bengkulu-Lampung.

Tiga Jam perjalanan meleawti TNBBB (Taman Nasional Bukit Barisan Barat) , dan beberapa desa kami Sampai di Lampung, tepat di depan Pelabuhan menuju pulau PIsang, dan kami Berangkat menuju Pulau Pisang. hehe, Untuk bagaimana Cerita menuju pulau Pisang boleh Baca artikel Sebelumnya Tentang Travelling Ke Pulau Pisang.

jembatan Manula


Juga ada Cerita Tentang Jembatan  Manula yang Hits dengan Sejuta Ceritanya, Mau sih dibuat di sini semua, tapi mending di buat terpisah agar bisa memberi penjelasan yang terperinci tentang Destinasi yang ada selama Travelling Bengkulu Kaur ini.

Nah itu lah cerita tentang Travel Story : Traveling Ala Backpacker Bengkulu-Lampung dan ini juga merupakan cerita Travelling pertama ke luar Provinsi selama Pandemi Ini. Semoga Pandemi ini cepat berlalu dan  kita bisa melakukan Travelling yang aman dan nyaman kembali. Tetap patuhi protokol kesehatan dari pemerintah ya, agar kita sama-sama bisa melawan pandemi ini


Tabik..

Pulau Pisang #2 Melihat lebih Dekat Pesona Banana Island

 

pesona pulau pisang

Pada Travel Story sebelumnya menceritakan tentang Perjalanan dan Cara menuju Pulau Pisang, pada kelanjutan Cerita ini aku akan  membagikan cerita tentang "Melihat Lebih Dekat Pesona Pulau Pisang". Pada bagian Kedua ini aku juga akan membagikan Cerita tentang makanan khas Pulau Pisang, Tempat yang wajib di kunjungi di Pulau Pisang, Sejarah, dan Cerita-cerita di Pulau Pisang..

Okey, Langsung saja ke cerita. Setelah di ajak datuk yang barengan dengan kami saat di kapal untuk bermalam di Rumahnya, yang juga sebuah penginapan, kami langsung membersihkan badan, ya karena saat perjalanan di perahu kami harus rela basah-basahan karena gelombang laut yang tinggi. Bersihkan dulu sana dek badanya, gak enak nanti istirahat (tidur) kalau basah karena air Laut, lengket. kata Andung sembari menunjukkan kamar mandi. Bersih-bersih dulu ya, wait.

Setelah bersih-bersih kami duduk santai di teras rumah Andung. (Andung adalah panggilan untuk Nenek di Pulau Pisang). Sambil melihat beberapa rumah tradisional khas pulau pisang yang berada di depan Rumah Andung. Karena hari masih cukup siang, Andung merekomendasikan kami untuk menikmati pantai yang berada di dekat Dermaga yang tak jauh dari Penginapan.

Wah ide bagus tuh bang, Kata Mezi. Yuk lah bang ke sana Otw. Kami berangkat berjalan kaki melintasi jalan rambat Beton di atara rumah Warga, sementara heri dan Yudhi masih asik dengan Gadget meraka, Aku dan Mezi saja yang berangkat.

Dan benar sekali kata Andung, Bahwa pantai di Dekat Pelabuhan ini sungguh cantik, bahkan lebih cantik di bandingkan gebetan, Awokawok. Jujur nih, baru pertama kali lihat Pantai secantik ini secara langsung, yang sebelum-sebelumnya hanya bisa melihat dari Tv, dimana Air Pantai yang hujau kebiruan dan pasirnya yang berwarnah Putih membuat mata tak henti melirik kesana kemari. Lebih membuat mata terpesona dengan rapi nya jejeran perahu nelayan yang berada di pinggi pantai yang terombang ambing. 

Jepret sana sini, pose ini pose itu, karena memang sangat di sayangkan jika tidak mengabadikan  momen indah seperti ini. Terlihat beberapa nelayan yang sedang membersihkan Perahu, anak-anak pulau yang riang bermain bola di tepi Pantai, dihh pokoknya ini adalah cerita Traveling yang sangat Wahh deh.

pelabuhan pulau pisang


Sangking asiknya menikmati Pantai yang Cantik ini, gak kerasa kalau hari sudah mulai gelap, kami pun kembali ke Rumah Andung. Kembali ke jalan antara lorong Rumah, sesekali aku memotret bebrapa rumah yang memang, ya menurutku sangat unik, dan tradisional. Rumah-rumah Tradisional di Pulau Pisang ini sekilas seperti Rumah pada masa kolonial, hampir-hampir mirip deh pokoknya.

Saat malam, yang lain sudah tidur. Setelah makan malam yang di sajikan oleh Andung, duh kurang baik apa lagi coba Andung ke kami, yang lebih menyenangkan adalah setelah makan malam, kami di beri Andung salah satu Makanan Khas Pulau Pisang, sejenis bungkusan Lemper atau lebih mirip Oncong, tapi bukan terbuat dari ketan. Namanya Selimpok Mungkin. Selimpok Mungkin adalah makanan Khas Pulau Pisang yang hanya akan di temui di Pulau Pisang. Selimpok menajadi Pesona Makanan Pulau Pisang yang memiliki daya tarik tersendiri di Pulau Pisang ini


Baca Juga Dong : Pantai Laguna Samudra, Pantai Tercantik di Bengkulu

 

Setelah lahap makanan Khas Pulau Pisang Heri dan Yudhi tertidur, karena kecape'an, mungkin!!. Aku yang antusias dengan suasana Pulau Pisang ini tidak memilih tidur lebih awal, karena aku sangat ingin mendengar cerita-cerita tentang Pulau Pisang ini dari Andung dan Datuk, yang memang penduduk asli dari Pulau Pisang ini.

Aku menemui Andung, Andung yang sedang mengupas kacang merah, aku mendekat dan membantu Andung, heheh ini cara yang cukup ampuh untuk mengajak Andung ngobrol agar Andung mau bercerita. Dan benar loh Andung bersedia menceritakan beberapa hal tentang Pulau Pisang, dan Datuk juga sesekali bercerita sambil menonton siara Bola.

Dengan nada bahasa yang enak untuk di dengar andung mulai menceritakan, semua Andung ceritakan, bahkan tak sadar Kacang Merah yang kami kupas sudah habis satu piring, begitu hikmat cerita dari Andung, sesekali Andung juga memberi motivasi kepada ku " Sekecil apapun, tetaplah berusaha menjadi Baik, Meskipun itu hanya sepiring Nasi". Kata-kata itu cukup membuat ku merenungi tentang arti Sebuah kebaikan. 

Tentang Pulau Pisang (Banana Island)

Pulau Pisang yang indah bagaikan sebuah Surga ini tidak hanya menyajikan Keindahan Alam dan pesona Pantainya yang indah saja. Pulau Pisang juga mnyimpan beberapa hal yang menarik lainnya. Jujur saja sehari bagiku tak cukup untuk menikmati keindahan di Pulau Pisang ini, jika masih di beri umur panjang dari yang maha kuasa aku sangat ingin lagi ke Pulau Pisang ini dan mengexplore lebhi dalam tentang Pulau Pisang yang exotis dengan keindahan di dalamnya.

Sejarah Singkat Pulau Pisang ( Banana Islan )

Selain menyimpan keindahan, Pulau Pisang juga memiliki sejarah yang sangat  menarik untuk di dengar. Dari berbagai cerita yang aku dapat selama di perjalanan menuju Pulau Pisang, begitu banyak sepenggal cerita yang menarik. Membuat rasa ambisi dan semangat ke Pulau Pisang semakin membara. Berikut ini adalah beberapa cerita mengenai Pulau Pisang yang aku dapat dari berbagai Sumber.

Saat menunggu perahu jemputan datang, Bang Yongki  menceritakan bahwa dulunya Pulau Pisang ini merupakan sebuah pulau yang cukup kaya pada masanya, sebelum ada jalan  lintas pesisr. Pulau Pisang menjadi tempat persinggahan Nelayan perdagangan yang melintas untuk menuju Pelabuhan Tanjung Priuk. Bang Yongki juga mengatakan bahwa dulunya Pulau Pisng ini adalah Pulau yang memiliki Cengkeh dengan Kualitas baik yang banyak di buru para pedagang.

Berikut  ini ada kutipan Sejarah singkat yang di tulis oleh  Assoc. Prof. Dr. Aryusman, Universitas Bina Nusantara jakarta. Sengaja  tidak di rubah dari Tulisan Asli yang di kutip dari Korantekad.id agar bisa mengetahui Sejarah Singkat dari Pulau Pisang yang di tulis oleh Assoc. Prof. Dr. Aryusman. Berikut Sejarah Singkatnya.

sejarah singkat Marga Pulau Pisang bermula dari berangkatnya rombongan yang dipimpin oleh Gimbar Batin yang dalam penelusuran dari Tamboo tertulis bahwa Gimbar Batin masih keturunan bangsawan, Adipati Gedung Dalom, dari Balik Bukit Skala Brak untuk mengembangkan wilayah hingga ke Pulau Pisang yang saat itu belum banyak penghuninya.

Sampai di Pulau Pisang Gimbar Batin mendirikan Dusun yang diberi nama Bahklui  terletak di dataran tinggi di Pulau Pisang atau orang Inggris menyebutnya Dooson Baclui at Island of Poolo Pisang. Memang pada masa itu sebagian besar wilayah pulau pisang masih berupa semak belukar, banyak ditumbuhi pohon pisang dan pohon-pohon lainnya yang belum berpenghuni. Konon menurut cerita disebutnya dusun Baclui karena wilayah itu dulunya banyak ditumbuhi pohon kalui (sejenis Nangka) khas pulau pisang.

Pulau Pisang pada masa itu merupakan wilayah Afdeeling di bawah Resident Bengkulu. Nama Pulau Pisang sendiri konon ceritanya karena dari karena kejauhan terlihat seperti pisang terapung sehingga oleh banyak nelayan atau pedagang Bengkulu disebut Pulau Pisang. Hal tersebut diperkuat dengan kenyataannya setiap mereka  mampir di Pulau selalu makan pisang, bahkan sering membawanya sebagai bekal di perjalanan dan oleh2 sehingga akhirnya orang-orang dari Bengkulu mengenal pulau tersebut sebagai Pulau Pisang. Yang pada akhir dikutip oleh Pemerintah Inggris sebagai  Island of Poolo Pisang. Seperti tertulis dalam besluit tanggal 5 djuni 1799 ketika menetapkan Gimbar Batin sebagai Perwatin berikut ini.

Penetapan Gimbar Batin pada tahun 1799 diangkat oleh Pangeran dan Ketua2 yang ada di Krui dengan dihadiri oleh M Richard Maidman Residen Krui menjadi PERWATIN dengan gelar “Demung Tinggi Laksana” Beslit resmi diberikan pada tanggal 5 Djuni 1799 yang ditandatangani oleh Samuel Barreld Assistant at Poolo Pisang.

Kutipan dari Tambo, Beslit yang ditandatangani oleh Samuel Barreld pada tanggal 5 djuni 1799.

“This is to certify that Bearer Gumbar Batteen has been established by the Pangeran and Chiefs at Croee in the presence of M. Richard Maidman Resident of Croee that he is the proper Proattteen of Dooson Baclui at Island of Poolo Pisang in lieu of “Demung Tinggi Laksana”, 5 djuni 1799 Samuel Barreld Assistant at Poolo Pisang .  (Disalin sesuai aslinya oleh Aliyurja Gelar Raden Takdir  pada tanggal 5 Djuli 1958).

Sebagai Perwatin, Pemimpin atau Penyimbang adat di Pulau Pisang, maka Gimbar Batin mulai menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Seperti dikemukakan Abdul Syani bahwa dalam kepemimpinan struktur Pemerintahan Adat dan kehidupan pergaulan masyarakat adat Lampung, terdapat istilah atau sebutan terhadap pimpinan adat, diantaranya adalah: Perwatin/Proatin/purwatin. Dimana yang dimaksud dengan “Perwatin” adalah para Penyimbang adat/dewan adat/tokoh adat/tuha khaja/pimpinan adat (subyek). Sebagai perwatin adat memiliki hak dan kewajiban memimpin segala aktivitas Pemerintahan Adat atau urusan yang berhubungan langsung dengan hippun/peppung (musyawarah) adat. Sebagai penyimbang adat berkewajiban untuk membina dan menjaga stabilitas pemerintahan adat kerukunan warga adat yang dipimpinnya.

Setelah pergantian kekuasaan dari Pemerintahan Inggris ke Pemerintahan Belanda, maka pada tahun 1834 Pemerintahan Belanda menjadikan Pulau Pisang sebagai Wilayah Marga Pulau Pisang yang merupakan salah satu dari 16 Marga Adat yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

Pemerintah Belanda dengan besluit 24 Desember 1834 menetapkan Raden Kalipah sebagai Kepala Marga Pulau Pisang dengan Gelar Karia Karta Dilaga. Raden Kalipah merupakan anak Gimbar Batin (Perwatin Pulau Pisang) seperti dijelaskan di atas memang keturunan Bangsawan Adipati Gedung Dalom dari Balik Bukit Skala Brak.

Berikut ini Kutipan Tambo, Beslit pada tanggal 24 Desember 1834 yang ditandatangani oleh P.de Perce Asisten Resident Van Bengkulen.  

Bahwa  adalah kami Assistent resident Bangkahulu:

Memberitahukan kepada segala mereka itu jang Raden Kalipah sudah kami angkat menjadi Kepala di dalam Marga Pulau Pisang. Maka hendaklah segala mereka itu menurut perintahnya bagaimana patut, serta kami gelarkan akan dia: KARIA KARTA DILAGA adanya. Bangkahulu pada 24 Desember 1834, Assistent Resident van Bengkulen d.to. P. de Perce. (Disalin sesuai aslinya oleh Suahimi Rais pada tanggal 19 Juni 1958 serta disahkan oleh Kepala Daerah Kewedanaan Krui Lukman pada tanggal 7/9/1958)

Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa keberadaan Adat Saibatin Lamban Gedung Karia Karta Dilaga sebagai Kepala Marga Pulau Pisang adalah sah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena selain dari bukti Bisluit yang ada juga diperkuat dengan adanya 1). garis keturunan (asal usul) kebangsawan dibuktikan Tambo dan Surat-Surat. Hal ini sesuai ketentuan dalam adat Marga bahwa setiap Marga dipimpin oleh seorang Kepala Marga atas Dasar Keturunan dan Bukan atas dasar pemilihan oleh dan dari punyimbang-punyimbang yang bersangkutan;  2). memiliki Lamban Gedung yang masih ada sampai sekarang di Pekon Sukamarga Pulau Pisang, dalam masyarakat adat Lampung Saibatin, tempat kediaman bagi  Saibatin Marga disebut dengan Lamban Gedung,  yang juga merupakan pusat pemerintahan adat Lampung dan lambang legitimasi adat dalam sistem Kesaibatinan; 3). memiliki pakaian kebesaran adat; dan 4) memiliki 12 suku adat yang masih eksis dengan Tugas pokok dan fungsi yang terdokumentasi dengan jelas serta dilengkapi dengan peralatan adat yang dapat ditampilkan setiap acara adat.

 

Kata Andung yang becerita saat malam sambil megupas kacang, bahwa dulunya Pulau Pisang ini ada Beberapa Banguanan peninggalan Belanda yang masih ada di Pulau, yaitu Bangunan Sekolah Dasar dan Menara. Namun Menara sudah di rombak dan di perbaharui, jadi Tinggal Sekolah Dasar saja lagi yang masih ada peninggalan Belandanya. 

Makanan Khas Pulau Pisang

Selain dari Sejarah yang menarik, di Pulau Pisang  juga terdapat Makanan Khas dari Pulau pisang yang unik, Lezat, dan wajib untuk di coba. Pada saat di Pulau Pisang aku yang beruntung bisa mencicipi makanan khas Pulau Pisang yang di beri andung setelah makan malam. Selimpok mungkin adalaha makan Khas pulau Pisang yang sudah sangat melegendari di Pulau Pisang. Selain Selimpok Mungkin, juga ada makanan khas lainya seperti Selimpok Putu.

makanan khas pulau pisang
selimpok mungkin



Selimpok Mungkin bebentuk mirip dengan Lemper, namun bahan membuatnya bukan dari lemper, melainkan dari nasi, parutan kelapa dan di Beri  Gula jawa atau Gula Aren. Begitupun selimpok putu, Selimpok Putu terbuat dari beras ketan, yang di campur dengan parutan kelapan dan gula jawa.

Rekomendasi Penginapan di Pulau Pisang

Sejak resmi di tetapkan pemerintah sebagai Pualu Tujuan Wisata, Pulau Pisang terus berkembang, termasuk dengan adanya penginapan yang tersedia di Pulau Pisang. Aku merekomendasikan Salah satu penginapan yang sangat nyaman dan aman di Pulau  Pisang ini, Penginapan Kenzi, tempat aku menginap selama di Pulau Pisang. Jika kalian ingin langsung memesan bisa klik link di postingan tentang Pesona Keindahan Pulau Pisang di Pesisir Barat  Lampung di Artikel sebelumnya.

penginapan di pulau pisang
penginapan kenzi di pulau pisang



Namun juga ada beberapa rekomendasi Penginapan Lainnya di Pulau Pisang ini. Penginapan di Pulau Pisang ini rata-rata rumah warga itu Sendiri, jadi nyaman langsung bisa di masakkan juga oleh penyedia penginapan. Harga Penginapan di Pulau pisang juga relatif murah, hanya berkisaran mulai dari Rp 150.000 - Rp 800.000/malam. Dari yang sederhana namun nyaman, hingga yang sudah di lengkapi dengan Ac, layaknya Hotel di Ibu Kota.

Nah itulsh beberapa Hal yang menarik dari Pulau Pisang, begitupun dengan sejarah, Penginpan dan makanan khas Pulau Pisang yang sangat di Rekomendasikan jika kalian ingin berlibur di Pulau Pisang ini. Di Pulau Pisang ini semua tempat sangat bagus  untuk di kunjungi Berwisata, Mulai dari Wisata Pantai yang Menarik, Batu karang, hingga Tempat Bersejarah.

Salam Hangat, semoga bisa menjadi referensi untuk tujuan wisata liburan kalian.
Tabik..

Jembatan Manula yang Indah Menyimpan sejuta Cerita

jembatan Manula


Jembatan Manula yang indah dengan Sejuta Cerita mulai dari cerita Syekh Aminullah hingga Tebing Batu yang indah. Tepat pada Bulan  Puasa nanti Jembatan Manula ini Genap berusia satu Tahun setelah di resmikan pada Tahun Lalu. Ujar Pak Imam. Jembatan Manula adalah Jembatan yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dan Lampung. Jembatan Manula sempat menjadi Viral karena keindahan pemandangan dari Jembatan Manula yang cukup unik dengan View pemandangan Bukit Batu dan Hijaunya Kawasan Hutan Lindung Bukit Barisan Barat. Jembatan Manula yang Indah Menyimpan sejuta Cerita

Jembatan Manula 

Jembatan Manula adalah Sebuah Jembatan yang di bangun untuk menghubungkan dua Provinsi di Sumatera, yaitu Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung. Jembatan Manula ini juga di kenal sebagai Jembatan Terpanjang yang ada di Bengkulu. Jembatan Manula memiliki panjang 215 meter. Jembatan Manula terletak di Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal, Kaur Bengkulu. 

Jembatan Manula juga memili Cerita yang menarik untuk di usut dan di simak. Selain itu Jembatan Manula ini memiliki View Pemandangan yang indah dengan Tebing Batu yang menjulang menjadi dinding di antara jalan menuju Jembatan Manula.

Cerita Tentang Jembatan Manula 


Saat Malam di Rumah Pak Imam, aku mendapatkan sebuah cerita yang cukup menarik, yaitu Cerita tentang Jembatan Manula yang sedang hits dan Viral di Bengkulu beberapa waktu lalu, bahkan sekarang juga masih cukup Viral sih.

Dengan hikmat aku mendengarkan sedikit Cerita dari Pak Imam saat malam itu yang juga di temani dengan suasana malam yang cukup dingin dan Listrik mati. Ternyata Jembatan Manula yang Indah Menyimpan sejuta Cerita. jembatan yang cukup Hits dan sempat Viral ini memiliki cerita yang cukup untuk membuat Bulu kuduk merinding. 


jembatan manula di kaur

Diatas Jembatan Manula ini adalah sebuah tanjakan yang cukup terkenal dengan rawan kecelakannya, Tebing Batu namanya, Sudah ada lebih dari ratusan Kendaraan yang terjun ke dalam jurang Tebing Batu di atas Jembatan Manula. Ujar Pak Iman yang bercerita sembari menghisap rokok dan sesekali menyeruput Kopi hangat buatan andung.


Baca Juga Dong : Pulau Pisang, Pesona Surga Pesisir Barat


Asal Mula Nama Jembatan Manula

Saat itu kami yang pulang dari Lampung setelah Traveling ke Pulau Pisang. Aku memutuskan untuk mampir sebentar di depan Makan Syekh Aminullah yang terkenal dan cikak bakal asal nama Jembatan Manula.

Si Bapak penjaga makam bersedia menceritakan sedikit Tentang asal usul nama Jembatan Manula dan Kaitannya dengan Syekh Aminullah. Jembatan Manula di ambil dari Nama Sungai yang berada di Bawah Jembatan Manula tersebut, Ujar Bapak penjaga Makam.

pesona jembatan manula
Jembatan Manula


Dahulu Syekh Aminullah saat menyebarkan Agama Islam di Pesisir Lampung pernah bertapa di Danau Sungai Manula yang berada tepat di bawah Makam Tilasan Syekh Aminullah. Dan Masyarakat kerap memanggil Syekh Aminullah dengan julukan Manula Sahaja, Dari nama itulah Nama Jembatan Manula ini di ambil sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Aminullah.

Kata si bapak, Meskipun Makam ini hanya tilasan, Namun pada hari dan waktu tertentu banyak Masyarakt yang datang untuk berziarah kemakam Syekh Aminullah, baik itu dari Provinsi Lampung maupun dari Bengkulu.

Tebing Batu Jembatan manula

Pada awal masuk kawasan Jembatan Manula ada sebuah spot Foto yang membuat Jembatan Manula ini menjadi Hits dan Viral bagi para penikmat Fotografi dan para Instagramable untuk berswafoto. Tebing Batu adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengguna jalan yang akan melintasi Jembatan Manula ini.

tebing batu jembatan manula



Karena Memang Tebing Batu ini sering di jadikan tempat Swafot yang Instagramable di Jembatan Manula.

Kalau Kebetulan Lewat di depan Makam, ada tidak ada Orang di depan makam ada baiknya berhenti sejenak, atau mengucapkan salam dan permisi untuk numpang lewat, karena memang sebagaimana mestinya kita lewat di wilayah Orang, tetap jaga perkataan saat melintas di depan Makan maupun di Jembatan Manula. Ujar Bapak Penjaga Makam Syekh Aminullah.

Pesona Keindahan Pulau Pisang, Surga yang Indah di Pesisir Barat

 

pesona keindahan pulau pisang

Hamparan pasir Putih, Laut yang biru, dan Perahu-perahu nelayan yang menari di bibir pantai seakan memberikan sebuah keyakinan bahwa pulau pisang adalah sebuah pulau yang sangat indah. Deburan ombak yang memutih sampai ke pantai akan menjadi sebuah lukisan yang sungguh cantik, terlebih lagi jejeran Pohon Kelapa seakan menjadi hiasana bibir pantai yang indah. Pesona keindahan Pulau Pisang, sepotong surga yang indah di pesisir timur Lampung.

Hari kedua setelah menjelajah di wisata Pantai Laguna Samudera di Kabupaten Kaur, Bengkulu. berikutnya aku di ajak oleh yudhi untuk mengexplore sebuah Pulau yang sangat Cantik yang bernama Pulau pisang atau bahasa kerennya banana Island. Banana Island adalah Sebuah Pulau yang terletak di Pesisir Barat, Lampung.


Pulau Pisang (Banana Island)


Pulau Pisang atau Banana Island adalah sebuah Pulau Kecil yang berada di Pesisir barat Lampung. Pulau Pisang memiliki Luas 2.310 Hektare. Pulau Pisang terdiri dari satu Kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Pisang,. Berada di Kabupaten Pesisir Barat dan memiliki Enam Pekon (Desa). diantaranya adalah Pekon Pasar, Pekon Bandar Dalam, Pekon Labuhan, Pekon Lok, Pekon Sukadana, dan Pekon Sukamarga. selain itu Pulau Pisang ini adalah sebuah pulau yang pernah menjadi pulau yang menghasilkan Cengkeh terbaik.

Karena memang pulau Pisang terkenal dengan hasil Cengkehnya, Bahkan Pulau Pisang pernah juga menjadi tempat persinggahan pusat perdangangan semasa zaman Belanda di Indonesai. Bukan cuman itu Pulau Pisang ini juga dulunya tempat transaksi jualan antara nelayan Bengkulu, Lampung, dan beberapa nelayan lainnya di Indonesia


Perjalanan Menuju Pulau Pisang


Perjalanan untuk nyembrang ke pulau Pisang di mulai dari pelabuhan Tembakak, Pekon Tembakak Way Sindi. Yang berada di pinggir jalan lintas Kawasan Pesisir Barat Lampung. Perjalanan dari Pelabuhan tembakak menuju Pulau Pisang memakan waktu kurang lebih Setengah Jam, dan itu juga tergantung dengan Cuaca.

Saat kami berangkat menuju pulau pisang kebetulan anginnya cukup kencang dan gelombang Laut cukup tinggi. Sumpah ini bagian yang sangat tidak terlupakan selain moment indah selama di Pulau Pisang, Karena saat di perjalanan menuju Pulau Pisang baru kali pertama menaiki perahu selama hidup hampir 25 tahun ini, dan kali pertama menikmati suasa Laut dengan kondisi yang cukup menegangkan.

Oh iya untuk Biaya menuju pulau pisang ini hanya di kenakan tarif  Rp. 20.000\Oarang jika cuaca sedang bagus, dan RP.25.000 jika keadaan cuaca sedang badai seperti kami berangkat saat itu. Tarif ini untuk perahu taxi, atau transportasi umum dari pulau pisang. Untuk penitipan kendaraan juga ada, tepatnya di Warung mas Arif yang berada tepat di depan Pelabuhan Bekakak. Dengan biaya penitipan hanya Rp 20.000 saja. kendaraan aman, perjalanan jadi nayaman. ahaha

Jika ingin pergi secara pribadi dan menentukan sendiri pulang perginya, bisa juga menggunkan altrnatif sewa kapal dengan sistem cater, dengan biaya cater per kapalnya di kenakaan tarif Rp 600.000- Rp 800.000 per perahu, Kelebihannya jadwal berangkat dan pulang bisa kita sendiri yang atur, mau pulang kapan.

Saat di pos Pelabuhan Tembakak aku sudah beberapa kali berdo'a agar di beri keselamatan dalam perjalanan nantinya, perahu sudah menepi di pelabuhan yang membawa penumpang dari pulau menuju Pelabuhan Tembakak. Penumpang yang lain juga sudah siap-siap untuk menaiki Perahu. dihh muka bang trio sudah cukup pucat tuh, kata heri yang membuli sambil tertawa kecil. Menuju Perahu yang sudah siap melesat ke Pula Pisang!


pelabuhan bekakak
saat perahu muali berangkat


Yah, namanya juga pertama kali lah naik perahu, mana cuacanya lagi angin kencang, kelihatan dari pinggir pelabuhan Ombak-ombak yang cukup tinggi, rasa gemetaran iya, takut iya Cemas apa lagi. Haha, dasar aku.

Saat perahu sudah siap, penumpang yang lain sudah menaiki perahu dan awak perahu juga sedang mengatur posisi duduk untuk penumpang. Giliran aku yang naik ke Perahu, ayo cepat naik ucap salah satu awak perahu, dengan raut wajah yang penuh keramahan. Akupun Mulai mendekati Perahu

Saat kaki pertama menginjakkan di Badan Perahu, yang bermuatan 12 orang di tambah awak kapal 4 orang, cuaca semakin menjadi, bukannya mereda, malah makin kencang, ombak juga cukup tinggi. Duhh semeraut rasa, Cemas, Panik, entah apalah Rasa yang bercampur aduk menjadi satu tumpukan. Perahu mulai di dorong menuju agak tengah oleh awak. Karena memang Pelabuhan Tembakak ini hanya pantai, jadi mau tidak mau perahu harus di dorong Terlebih dahulu.

Perahu melesat dari Pelabuhan Tembakak, perahu kecil ini sungguh kuat menerbas ombak yang cukup besar, Ombak-ombak yang di terbas memercikkan air laut hingga masuk ke dalam perahu, aku yang duduknya paling depan, mau tidak mau harus rela basah-basahan karena percikan Ombak. Baju di badan sudah basah semua, bahkan sampai ke dalaman juga sudah basah, (keriput). Haha, Laut sungguh tidak enak, tidak secantik yang di lihat dari gambar maupun dari bibir pantai.


Baca Juga Dong : Jembatan Manula yang Indah Menyimpan Sejuta Cerita

 

Gelombang Laut yang cukup besar selalu menanti di depan, bisa saja sewaktu-waktu menggulung perahu kecil kami, namu Kapten kapal sudah sangat mahir memantau situasi, mereka sudah tau kemana perahu ini akan di bawa, kemana arah angin yang bagus, Luar biasa buat pak kapten perahu.

Eits mungkin cerita ini lebih banyak menceritakan kejadian-kejadian yang cukup menegangkan, kepanikan, dan cemas. Meskipun cerita ini tidak begitu menarik, namun dari cerita ini aku juga berharap bisa menjadi sebuah informasi untuk yang juga mau ke Pulau Pisang untuk menikmati pesona keindahan Pulau Pisang. Oh iya nanti pada bagian akhir ceita ini aku akan membagikan kontak penginapan yang sangat rekomended di Pulau Pisang, Sebuah Penginapan yang nyaman seperti Rumah Sendiri.

pelabuhan pulau pisang
Pelabuhan Pualu Pisang


Oke, lanjott ke cerita gengs, Tak lama setelah situasi menegangkan di lautan, Perahu kami tiba di dermaga Pulau Pisang, Heuhh rasanya sangat legah, dihh suasana Pulau Pisang yang sangat cantik dengan Pasir Putih, Pohon Kelapa, dan atap rumah warga yang terbuat dari genteng membuat mata melotot melihat keindahan sekaligus terpesona dengan  Pulau Pisang.


Baca Juga Dong : Tips Bepergian Sendiri Agar menjadi Solo Traveling yang Menyenangkan


Pesona Pulau Pisang


Setelah Perahu Menepi, kami mencari tempat untuk istirahat terlebih dahulu,, sebelum mulai berkeliling menikmati pesona keindahan Pulau Pisang yang cantik ini. Sembari istirahat mata terus terpesona dengan keindahan Pantai di Pulau pisang. Pulau Pisang ini sangat cocok jika di sebut sebagai sepotong surga yang indah di pesisir timur Lampung

Terlebih Warga lokal asli Pulau Pisang ini sangat Ramah, dan baik. Sesekali beberapa warga yang melihat kami menegur, begitupun kami yang menegur warga lokal. Tak lama kami duduk istirahat di pinggir Pantai, ada seorang bapak-bapak yang  menawarkan untuk menginap di Rumahnya, ya memang rumah bapak-bapak ini adalah Home Stay di Pulau Pisang.

Pulau Pisang memiliki Pesona yang Luar biasa dimana kita bisa menikmati  Pantai yang masih sangat Bersih, Pasir yang Putih, Warga yang ramah, Tempat bersejarah, Menikmati sunrice, Melihat indahnya Sunset, dan jika sedang musin Penyu bertelur di Pulau Pisang ini kita bisa melihat penyu yang menepi untuk bertelur.


pesona pantai pulau pisang
Pantai dekat Pelabuhan Pulau Pisang


Oh iya sesuai Janji di atas tadi aku akan membagikan Nomor Kontak Penginapan di Pulau Pisang, yang Kebetulan saat aku di Pulau ini Menginap di Tempat ini, di jamin deh bakalan betah kalau menginap di Penginapa ini Silahkan Klik Link Ini untuk informasi pemesanan Penginapan di Pulau Pisang atau bisa juga ke nomor telpon ini, Penginapan kenzi 081285446433. 

Bersambung..

Lanjut Di postingan berikunya ya untuk cerita tentang pesona Keindahan Pulau Pisang Sejarah Pulau Pisang, Rekomendasi tempat yang bagus di Pulau Pisang, hehehe mau di buat semua di sini takut jadi gak enak di baca dan membosankan karena terlalu panjang. 

Nostalgia Bareng sahabat di Bukit kandis dengan Suasana yang Baru

 


Beberapa Tahun Terakhir Bengkulu Tengah terus meningkat dalam sektor pariwisata, banyak tempat Wisata Baru di Bengkulu Tengah yang Terus Bermunculan dan Menjadi Hits, bahkan viral. Bukit Kandis adalah salah satunya, Bukit Kandis yang dulunya hanya sebuah tambang Batu. Kemudian di Kelola Oleh pemerintah Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, hingga Menjadi sebuah Destinasi Wisata yang indah dan Unik.  Menjadikan Bukit Kandis Tempat Wisata Favorit yang paling Sering di kunjungi di Bengkulu Tengah.

Termasuk saya, Orang yang paling sering mengunjungi Wisata Bukit Kandis ini, Karena menurut saya tidak pernah bosan dengan Keindahan Alam yang di sajikan oleh Bukit Kandis ini. Berulang Kali kembali  untuk menikmati Pesona yang ada di Bukit Kandis Bengkulu Tengah ini.  Dan Bukit Kandis ini adalah salah SatuTempat wisata yang Hits dan Wajib d iKunjungi di Bnegkulu Tengah


Nostalgia Bareng sahabat di Bukit kandis dengan Suasana yang Baru



Terakhir kmarin saat selesai menghadiri acara Resepsi pernikahan salah satu senior di Komunitas Pecinta Alam saat masih sekolah, Kami memutuskan urntuk bernostalgia dengan suasana di Bukit Kandis, ahaha, Nostalgia. Setelah selesai dari acara pernikahan tersbut kami bergerak menuju Bukit Kandis. Di katakan Nostalgia karena memang kami sudah cukup lama tidak jalan bareng sejak mulai sibuk dengan urusan masing-masing, karena ada beberapa dari kami yang cukup sibuk dengan kuiah dan Kerja.

Setalah di Fikir ini adalah waktu yang cukup pas, meskipun masih cukup banyak anggota yang lain tidak datang, tapi setidaknya ada beberapa perwakilan dari beberapa angkatan, hiks, yahh jadi kebablasan cerita masalah organisasi. haha. Oke lanjut ke Bukit Kandis lagi yuk.


Baca Juga Dong : Bukan di Bali! Budaya Bali ini ada di Bengkulu

 

Setelah tiba di persimpangan menuju Bukit Kandis kami langsung masuk, Cukup jauh sih sekitaran 3 km dari simpang jalan desa Durian Demang. Dengan keadaan jalan yang sudah cukup bagus di bandingkan Tahun 2013-2015 saat itu yang cukup untuk mengguncangkan isi perut, wkwk.

Sekitaran 20 menitan di perjalanan, yang lebih singkat karena memang jalan menuju Bukit Kandis yang sudah cukup bagus, di bandiingkan waktu itu, iya waktu si doi masih sayang-sayang nya sebelum ada si dia !!.

Setetah tiba, sausa yang sangat berbeda dengan waktu itu yang masih sangat banyak ilalang tinggi, yang sekarang sudah ada Fasilitas yang cukup memadai dan lengkap. Setiba tepat di bawah bukit kandis, Gapura yang cukup megah akan menyambut dan sebuah pertanda bahwa kami sudah sampai.Hehe waktu itu tidak ada Gapura, hanya ada Pohon besar yang menyambut, Sudah sangat berbeda dan jauh lebih baik lagi, Terus berkembang.

Sejau Mata memandang saat sudah melewati Gupura yang kokoh, mata akan di perlihatkan dengan beberapa bangunan, seperti musollah, wc,papan petunjuk arah, lahan parkir yang sudah di beton, dan beberapa warung kecil yang menjual  makanan.



Sangat berberda dengan waktu itu, yang hanya ada ilalang dan beberapa tumpukan batu yang menggunung, dan beberapa pekerja tambang Tradisional.

Setelah memarkirkan motor kami  langsung ngetrip. haha jalan ke atas Bukit Maksudnya. Sembari berjalan, aku dan yang lain mengingat beberapa kejadian saat sering berkemah, dan melakukan latihan panjat tebing di Bukit Kandis ini, nyatanya Nostalgia ke tempat yang seperti ini jauh lebih mengasikkan di bandingkan dengan  Nostalgia Nongkrong di kafe yang penuh dengan kemerlip lampu, gadget dan modernisasi. Bagiku sih enkaan seperti ini!



Dan benar setelah tiba di atas Bukit Kandis suasa yang tak berbeda, sama persis seperti bebrapa tahun yang lalu, dengan pemandangan yang masih tetap indah, bahkan lbih menarik lagi dengan adanya tulisan Bukit Kandis yang warna-warni. Bukit Kandis memang terkenal dengan Pemandangannya yang mengagumkan. Terlebih lagi jika berkemah , Sunrice yang cantik akan menyambut pagi yang menyenangkan, Sunset yang  indah akan mengakhiri hari yang ceria. Ciahh 


Bukit Kandis dari tahun ke Tahun

Sejak 2013 pertama kali memulai ke Bukit kandis, Waktu itu Bukit Kandis ini masih menjadi Tambang Batu yang di kelola oleh pihak Swasta dan beberapa Tambang pribadi Milik Warga Desa Durian Demang Bengkulu Tengah, yang berada tepat di bawah kaki Bukit Kandis.


panjat tebing saat 2015 di bukit kandis


Kemudian setelah di ambil alih oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, Bukit Kandis Mulai di bangun, dan di jadikan sebagai Tempat Wisata di Bengkulu Tengah.

Selanjutnya setelah di Kelola Oleh Pemerintah Kabupaten, Bukit Kandis mulai di renovasi dan mulai di bangun Fasilitas-fasilitas pendukung untuk kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Dan Pada tahun 2018 Bukti Kandis Mendapatkan Penghargaan sebagai Tempat Wista Unik, di Ajang Anugerah Pesona Indonesia.


Baca Juga Dong : Serunya Berenang di Danau yang Menjadi Situs Wariasan UNESCO

 

Dalam kategori Panjat Tebing Bukit Kandis Bengkulu Tengah, di nobantkan sebagai Wisata Olahraga dan Petualangan, dan mendapatkan peringkat tiga Nasional dari Kementran Pariwisata Indonesia. Wahh mantepkan Bukit Kandis ini, Masih Meragukan akan keindahan dan Pesona nya ?

Lokasi Bukit Kandis

Bukit Kandis Teletak di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Berjarak kurang lebih 23,9 Km dari pusat Kota Bengkulu dengan Waktu Tempuh kurang Lebih 1 jam Perjlanan.

Tidak ada taraif tiket masuk hanya ada tarif parkir Rp 10,000 saat kami kesana waktu itu , tarif yang di ambil oleh pihak penjaga parkir. yahh Kalau saat 2013 iya masih gartis semua disini, karena memang belum ada fsilitas apa-apa.

Yuk kunjungi Bukit kandis Bengkulu Tengah, dan rasakan Keindahan pesona Alam Bengkulu Tengah. selanjutnya di cerita yang lain tentang Traveling 

Tabik..

Oleh-oleh khas Kepahiang di Desa Tebat Monok

     



Desa Tebat Monok adalah salah satu Desa yang terdapat di Kabupaten Kepahiang, Desa Tebat Monok bisa di katakan sebagai Desa pusat Oleh-oleh Khas Kepahiang. Di sepanjang Desa Tebat Monok ini hapir sebagia warganya menjual Makanan Khas Kabupaten Kepahiang. 

Hayuk siapa nih yang sering beli Oleh-oleh di Desa Tebat Monok ini jika pulang dari jalan-jalan ke Kepahiang, Mantep.. berarti kamu orang yang peduli dengan keluarga atau orang yang gak ikut kalian jalan-jalan, haha. 


Desa Tebat Monok :  Pusat Oleh-oleh khas Kepahiang


Ada yang bilang blum mengunjugi suatu tempat jika tidak membeli oleh-oleh khas dari daerah tersebut.  Setiap Daerah juga pasti punya ciri khas dari daerahnya masing-masing, termasuk juga Kabupaten Kepahiang yang terkenal dengan Oleh-oleh khas dari daerahnya. Desa Tebat Monok adalah tempat di mana kita bisa membeli oleh-oleh khas dari Kepahiang ini.

Sepulang dari berwisataria dari Air Terjun Sengkuang dan Kebun Teh Kabawetan kemarin kami mampir sejenak di Desa Tebat Monok ini untuk membeli beberapa oleh-oleh khas dari Kabupaten Kepahiang ini. Hehe, sebenarnya mau di gabungin di artikel yang sebelumnya sih, tapi… di fikir lagi mending di buat terpisah deh, di buat khusus untuk membahas Oleh-oleh saja, biar lebi detail dan Jelas.

Sebenarnya juga setiap pulang dari Rumah Nenek di Kepahiang juga selalu membeli Oleh-oleh di Desa Tebat Monok ini, Namun kali ini rasanya ingin saja menuliskannya dalam sebuah artikel di Blog, hehehh, biar apa ya ?, Mungkin biar jumlah postingannya bertambah, atau mungkin baru kefikiran aja.Huft!!.


yuk yuk belanja oleh-oleh 


Yang paling sering aku beli jika pulang dari Kepahiang di sini adalah Keeripik umbi-umbian dan alpukal. Ya memang emak aku suka makan alpukat, kalau keripiknya buat temen nonton, haha juga sering di jadikan lalapan saat makan sih. Kalau kalian yang suka di Beli di Desa Teabat Monok ini apa ?

Desa Tebat Monok ini bisa di katakana pusat Oleh-oleh khas Kepahiang deh, di Sepanjang jalan Desa Tebat Monok, yang juga jalan lintas untuk menuju Kabupaten Rejang Lebong-Lubuk Linggau- Pagar Alam, tiap harinya Banyak sekali kendaraan yang lalu Lalang di jalan Desa Tebat Monok ini. Di sepanjang jalan Desa Tebat Monok ini kalian pasti akan melihat gerai-gerai sederhana para penjual aneka makanan khas Kepahiang, mulai dari, Buah Alvukat, Ubi Jalar, Hingga kerip bayam yang nikmat.

Mungkin buat kalian yang orang Bengkulu dan pernah ke arah Kepahiang maupun Curup pasti sering juga membeli aneka Oleh-oleh di Tebat Monok, atau mungkin juga hanya lewat namun tidak membeli, yahhh rugi tapi dong, Oleh-oleh yang di jual di Tebat Monok ini juga enak-enak, apa lagi keripik Umbi-umbian dan keripik bayamnya, yang pas sekali untuk di jadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah, dan calon mertua jika ada. Haha.!!

Setiap gerai yang ada di Desa Tebat Monok ini rata-rata menjual oleh-oleh yang sama, hanya saja berbeda pada label di kemasan yang di jual, karena memang Oleh-oleh yang di jual merupakan hasil dari olahan sendiri, yaa jadi merek nya beda dong, tapi isinya tetap sama kok, karena rata-rata menjual produk yang sama, nah tergantung kalian mau beli di Gerai yang mana, haha, jika tidak mampirin aja semua, tiap gerai beli satu produk olahan,  biar adil, iya kan . Hahaah

Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang




Desa Tebat Monok berada tepat di awal masuk Kabupaten Kepahiang, setelah turun dari Kawasan Gunung itu sudah masuk ke Desa Tebat Monok, tetapi belum ada gerai Oleh-olehnya jika di awal masuk Desa. Gerai Oleh-oleh ini Berada di Ujung Desa Tebat Monok, gak terlalu ujung juga sih, sekitaran 100meter dari para penjual Parang di Dekat Jembatan Tebat Monok. HAhah Belepotan yaa.

 Selain tempat Oleh-oleh khas Kepahiang, jika cuaca sedang cerah kita bisa menikmati pemandangan yang tak kalah menabjukan dari Desa Tebat Monok, bahkan tak sedikit juga para Fotografer yang sering menjepret momen dari Desa Tebat Monok, dihh makin cantik dong, heheh



Warga Desa yang dominan menggunakan bahasa Rejang akan menambah kesan unik jika membeli oleh-oleh di Desa Tebat Monok ini, hehe tapi meskipum warganya mengunakan bahasa Rejang, jika pembeli mau beli Oleh-oelh tetap akan di layani dengan bahasa Indonesia kok, atau biasa juga dengan bahasa Bengkulu. Jadi gak perlu khawatir deh, ( Bahasa Rejang adalah bahasa Daerah yang sering di gunakan Masyarakat di Kabupaten kepahiang dalam berbicara sehari-hari).


Kebun Teh Kabawetan : Ngadem dan Hunting kece di Tempat Tersejuk di Bengkulu!



Kabut tipis perlahan mulai menyelimuti hampir Sebagian puncak, Hamparan warna hijau mulai terbaluti dengan warna putih. Perlahan Suhu dingin mulai masuk dan meraba melalui celah jaket parasut yang selalu menemani saat perjalanan. Bibir mulai sedikit gemetaran, tak henti menghisap rokok, yang asapnya sudah mulai mengepul seperti asap disel. Kebun Teh Kabawetan: Ngadem dan Hunting kece di Tempat Tersejuk di Bengkulu

Rasa seperti ini seakan mengingatkan pada suasana saat di puncak Gunung tertingi di sumatera. Ya meskipun tidak se beku di puncak Gunung kerinci. Namun kebun Teh Kabawetan ini cukup untuk merasakan Nostalgia dengan susasa di atas Puncak Gunung.

 

Kebun Teh Kabawetan: Ngadem dan Hunting kece di Tempat Tersejuk di Bengkulu

Dengan expresi yang riang, teriak tanpa rasa malu dengan pengunjung yang lain.

Yuk lah cari spot foto di mana lagi kita nih, teriak sahabatku dari atas motor. Hahaha.



 Meskipu bukan model, kami selalu berusaha mencari spot terbaik untuk mengabadikan moment saat Traveling, yang kalau kata para sahabatku, hampir habis memory kamera ku buat foto kamu aja cuk, hahah. Lebay gak sih, padahal kapasitas foto pada kamera dslr itu lumayan banyak,malah di bilangin hampir habis untuk fotoku saja I:.

Jadi ini nih sebenarnya lanjutan dari cerita tentang Air Terjun Sengkuang di artikel sebelumya. Setelah pulang dari Air Terjun sengkuang, kami memutuskan untuk singgah dan keliling untuk mencari Spot foto yang menarik, sembari menikmati Indahnya  hamparan Hijau Kebun Teh Kabawetan.


Baca Juga Dong : Bukan di Bali! BUdaya Bali ini ada di Bengkulu

 

Setelah asik mutar-mutar  di Kebun Teh Kabawetan kami berhenti di salah satu jalur jalan yang mempunyai angel untuk foto yang sangat cantik. Kalian Suka foto-foto juga gak?, kalau suka, jalan yang saya maksut ini Rekomended deh buat kalian yang suka dengan Hunting. Di jamin bakalan ciamik deh nanti postingan kalian di Instagram, apa lagi kalau sama pasangan, behh di jamin makin cantik. Hahah yang jomlo juga bagus kok.




Selain di jalur jalan ini, ada sebuah spot lagi yang paling sering di jadikan untuk spot foto sih, yaitu tulisan Kepahiang Mountain Valey, Nah itu adalah salah stu spot yang juga paling sering di jadikan sebagai spot fot di Kebun Teh Kabawetan ini, tapi sayangnya aku kemarin gak sempat ke situ, karena hari sudah cukup mendung, dan kabutnya juga sudah mulai menyelimuti hampir Sebagian Kebun teh ini.

Pemandangan dari kebun teh kabawetan ini sangat indah cok, dari atas perbukitan kebun teh kabawetan ini, kita bisa menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa, dengan hamparan hijuanya the yang membuat mata menjadi sejuk, terlebih lagi sausana dingin khas pegunungan yang sekaan memberikan kesejukan yang bebeda. Bahkan jika cuacanya sedang cerah, kita bisa menikmati pemandangan kota kepahiang dari atas puncak perkebunan Teh Kabawetan ini.


Sayangnya saat kami sedang asik untuk bepose foto, tiba-tiba awan mendung, dan berrr... Hujan tanpa pamit langsung mengguyur, secara cepat kami langsung bergegas menyimpan kamera dan handphone, dan langsung turun untuk pulang lagike Bengkulu.

Saranya sih kalau mau datang ke sini, jangan lupa untuk menyiapkan jas hujan dan jaket yang cukup tebal, karena cuaca di sini sering berubah, sama seperti sikap dia yang sering berubah-ubah tanpa alasana. Haha (sad).

 Tentang Kebun Teh Kabawetan Kepahiang


Selain tempat tersejuk yang di miliki Bengkulu, Kebun Teh Kabawetan ini juga merupakan Kebun Teh Pertama dan satu-satunya di Bengkulu. Menurut Sejarah Kebun Teh Kabawetan sudah ada sejak Zaman Kolonial Belanda ada di Indonesia. Tepatnya pada tahun 1925.

Tak heran jika di buat perkebunan teh, karena daerah ini berada di ketinggian 3.500 Mdpl yang sangat cocok untuk di buka perkebunan Teh. Nah pada tahun 1935 pabrik teh baru di bangun di area perkebunan ini tepatnya di Desa Tangis Baru kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.

Karyawan yang bekerja di perkebunan teh ini juga sebagian besar warga lokal yang bermukim di sekitaran perkebunan Teh. Kebun Teh Kabaweatan memiliki lahan yang cukup luas kurang lebih 360.000. hektare, termasuk Desa-desa yang ada di dalamnya. 


Lokasi Kebun Teh Kabawetan


Kebun Teh Kabawetan ini terletak di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Kebun Teh Kabawetan yang berlokasi di daerah pegunungan kepahiang ini juga melikup beberapa desa di dalamnya, seperti Kampung Bogor, suka sari, dan beberapa Desa lainnya yang masuk ke dalam Kecamatan Kabawetan.




Untuk menikmati betapa sejuknya Kebun Teh Kabaweatan pengunjung tidak akan di kenakan tarif masuk apapun, termasuk parkir. Karena Lokasi Perkebunan yang berda di jalan antara Desa yang berada di sekitran Perkebunan.

Meskipun tidak ada tarif apapun, bukan berarti kita bisa se-enaknya ya, tetap ikuti aturan-aturan yang ada di lokasi, dan jangan lupa utnuk tidak membuang sampah sembarangan. 

oke terimaksih, next nantikan cerita traveling ku selanjutnya ya



Air Terjun Sengkuang : Keindahan di Balik Hijaunya Kebun Teh Kabawetan




Hamparan Hijaunya Perkebunan Teh bagai menjadi sebuah lukisan, dengan pemandangan yang luar biasa. Percikan Air yang mengembun seakan memberikan kesejukan dan memberikan kesegaran pada setiap mata yang memandangnya, ciahh. Air Terjun Sengkuang : Keindahan di Balik Hijuanya Kebun Teh Kabawetan

Oh, iya di artikel ini ada sedikit vidio pendek tentang perjalanan ke Air Terjun Sengkuang ini ya.

Perjalanan Menuju Air Terjun Sengkuan


Perjalanan Luar Kota pertama di awal Tahun 2021, yang memberikan kisah betapa serunya Travelling bersama dengan sahabat. Mumpung kami sedang ada waktu libur yang bersamaan, jadi Traveling kali ini kami lakukan bersama-sama, yang biasanya aku traveling sendiri, namun kali ini aku di temani oleh para Sahabat ku yang luar biasa kocak,seru dan tidak bisa di jelaskan dengan kata deh betapa serunya jika Traveling bersama mereka.

Setalah sepakat kemana tujuan Traveling bersama ini, kami berangkat dari rumahku. Tujuan Traveling kami kali ini adalah sebuah Air Terjun Sengkuang. Air Terjun Sengkuang berada di Kabupaten Kephiang, Yang juga memiliki pesona Keindahan yang sangat Cantik.

Singkatnya, sekitaran 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dan Kami tiba di Kabupaten Kepahiang. Sebagai patokan, awal masuk Kabupaten Kepahiang kalian akan menjumpai pasar yang di sebut pasar kepahiang. 

Dari pasar Kepahiang ini, berarti perjalanan sudah tidak begitu jauh lagi, hanya membutuhkan waktu sekitaran 30 lebih untuk bisa mencapai wisata Air Terjun Sengkuang.


Oke lanjut ya, Setelah melewat pasar kepahiang yang cukup ramai, perjalanan kami lanjutkan, melewati jalan belakang pasar kepahiang yang kemudian di lanjutkan melewati beberapa desa sebelum akhirnya tiba di area perkebunan Teh Kabawetan.

Nah ini adalah salah satu momen perjalanan yang begitu menabjubkan, sebelum bisa menikmati Pesona Air Terjun Sengkuang, para wisatawan biasanya akan menyempatkan untuk istirahat sejenak di Area Perkebunan Teh Kabawetan ini.

Jadi, sepanjang jalan menuju Air Terjun sengkuang ini adalah desa-desa yang memiliki suasana yang masih sangat asri, terlebih lagi saat melewati kebun Teh Kabawetan. Yang membuat perjalanan menuju Air Terjun Sengkuang akan menjadi lebih terasa mengasikkan

Setelah melewati Kebun Teh Kabawetan, berarti perjalanan sudah semakin dekat, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk sampai di lokasi Air Terjun Sengkuan, Setelah tiba tepat di depan jalan masuk menuju Air Terjun kami istirahat sejenak untuk merengangkan pantat yang mulai menipis karena perjalanan yang cukup panjang ,



Sembari istirahat aku dan Andi, melakukan registrasi pembayaran tiket masuk Lokasi Air Terjun Sengkuang, sementara Riki dan Mezi tertawa-tawa ringan, entah apa yang sedang mereka tertawakan kami tidak tau!

pembayaran registrasi masuk selesai, dan kami menitipkan motor dan helm dengan bapak-bapak yang sedang bertugas tersebut, Yuk mulai jalan masuk.

Dari loket pembayaran registrasi sederhana tadi, perjalanan kami lanjurkan dengan berjalan kaki dong, kan motornya sudah di titipkana di atas. Haha, lagian juga tidak bisa untuk membawa sepeda motor ke air tejun. karena jalanya menuruni anak tangga, bukan anak tetangga!.

Sekitaran bejalan 5 menit yang di warnai dengan canda riang dari Sahabat kocak ku ini, membuat perjalanan tidak terasa bahwa kami sudah menuruni kurang lebih 50-60an anak tangga. dan tiba tepat di pinggir Air Terjun Sengkuang.

Setalah Sampai di pinggir Air Terjun Sengkuang. behhh... Pesona yang di di beri sungguh luar biasa sejuk,  Percikan Air yang mengembun seakan memberikan kesejukan yang memberikan kesegaran pada setiap butiran embun yang sampai ke wajah. Dengan Air yang begitu jernih, membuat mata seolah menjadi lensa landscape yang ingin mengabadiakan moment lewat sebuah kenangan.

Jembatan Air Terjun Sengkuang

Mau mandi sih sebenarnya, tapi saat itu cuaca sedang hujan, membuat rencana untuk mandi harus di batalkan dahulu. Kami hanya bersua foto di beberapa spot, seperti jembatan yang ada di depan Air Terjun, Anak tangga yang unik untuk di jadikan sopt foto.


asikk lah pokoknya di Air Terjun sengkuang ini, apa lagi saat aku ke sini barengan dengan sahabat-sahabat baikku, wihh lebih wahh lagi dong. nah buatkalian yang belum punya tujuan buat rekreasi wisata, Air Terjun Sengkuang ini Rekomended banget.

muka para sahabat-sahabatku



Selain itu akses menuju Lokasi Air Terjun ini juga sangat baik, tidak begitu jauh dengan lokasi parkir, dan jalan menuju air Terjunnya juga cukup enak rekomeded deh pokonya.

Air Terjun sengkuang ini terletak di area Perkebunan Teh Kabawetan, tepatnya di desa Mekar sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Air Terjun Sengkuang ini berda di ketinggian 1.786 MDPL

Fasilitas dan Apa Saja yang Bisa di Lakukan di Air Terjun Sengkuang

Fasilitas di Air Terjun Sengkuang ini cukup lengkap dengan basic wisata alam Air Terjun seperti ini. Di Air Terjun sengkuang ini pengunjug juga bisa menikmati Sejuknya Air Terjun dengan semangkuk Pop Mie, yang bisa di beli di sekitar  Lokasi Air Terjun Sengkuang ini.

Mau mandi untuk bisa menikmati lebih segarnya air dari pegunungan ini ?. Tenang Di Air Terjun sengkuang ini pengujung juga di perbolehkan untuk mandi kok. Di beberapa bagian juga di sediakan kamar ganti, untuk pengunjung yang ingin mengganti baju mandi.

Kebelet pipis ? hahah. Di lokasi Air Terjun Sengkuang ini juga tersedia WC umum kok, jangan pipis di air terjun ya, kasian loh sama pengunjung yang lain harus menikmati air terjun yang bercampur pipis kalian, haha.

Tiket atau Karcis Masuk Air Terjun Sengkuang Kepahiang


Untuk menikmati keindahan air Terjun sengkuang ini pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp 3.000 saja per satu orang. dan Parkir kendaraan Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua Rp 5.000 untuk Kendaraa roda empat.

Murah kan. untuk Menikmati Wisata Air Terjun Sengkuang ini. Kami yang waktu itu ber-empat dan dua sepeda motor, hanya di kenakan tarif  Rp. 20.000 saja. Dengan Fasilitas yang lumayan Lengkap.

Pembayaran tiket Masuk Air Terjun Sengkuang



Selain itu pengunjung juga tak perlu khawatir untuk menitipkan motor di parkirana ini, karena bapak-bapak penjaga parkirnya juga baik, dan insa'allah amanah, Karena pada saat itu si bapak penjaga parkir rela menunggu kami yang pulang terakhir hanya untuk menjaga sepeda motor kami.

Tips melakukan Perjalana ke Air Terjun Sengkuang


Tidak banyak tips sih jika kalian juga mau ke sini, saran saja. Baiknya jika jarak rumah kalian cukup jauh, datanglah lebih awal agar sampai dilokasi tidak terlalu kesiangan.

Gunakan jaket, karena nanti akan melewati pegunungan yang cukup dingin, terlebih lagi jika sore hari, kabut dan terkadang juga sering hujan, jadi baiknya juga menyediakan jas hujan, jika menggunakan sepeda motor.

Selamat menonton ke seruan dan ke kocakkan dari perjalanan kami, wkwk , ada mamang gorengannya loh🤭